Menhaj: Presiden Prabowo Tak Akan Campur Tangan di Muktamar NU
Menhaj Irfan Yusuf menegaskan Presiden Prabowo tidak akan campur tangan dalam Muktamar NU Ke-35 dan membantah isu poros Istana.
Harianjogja.com, KULONPROGO-Seorang petani tewas setelah tertabrak Kereta Api Joko Tingkir jurusan pasar senen-solo balapan di rel kereta api Pedukuhan Gunung Gondang, Desa Margosari, Kecamatan Pengasih, Kamis (12/6/2014). Korban yang diketahui bernama Idi Sudarmo alias Radi, 70, warga RT 22 RW 11 Gunung Gondang semula berniat pergi ke sawah.
Peristiwa tersebut bermula saat Radi hendak menuju sawah yang terletak di sisi selatan rel kereta api. Ketika ia menyeberang rel, sekitar pukul 08.25, kereta api Joko Tingkir melintas areal tersebut, menyeret Radi sejauh 15 meter. Akibatnya, korban tewas tewas seketika karena mengalami pecah kepala dalam posisi tubuh tertelungkup dan membujur ke timur.
Satu saksi mata, Tukijo, 59, warga sekitar, mengatakan, tidak tahu persis kejadian Radi tertabrak kereta api. Kemudian, sebuah kereta api lewat dan setelah itu Radi tidak tampak lagi.
“Dari bengkel yang ada di sisi utara ada orang teriak Mbah Radi Lewat njuk ra kethok [Mbah Radi lewat, tetapi kemudian tidak kelihatan],” terangnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Menhaj Irfan Yusuf menegaskan Presiden Prabowo tidak akan campur tangan dalam Muktamar NU Ke-35 dan membantah isu poros Istana.
Logo HUT Ke-81 RI dipilih melalui pemungutan suara publik yang diikuti 68.569 peserta. Desain karya Fajar Novario menjadi pemenang.
Harga iPhone 15 di iBox turun pada Juli 2026. Simak spesifikasi, besaran penurunan, dan daftar harga terbaru seluruh seri iPhone.
Sidang dugaan suap Sudewa mengungkap kesaksian Ketua Kadin Kota Surakarta yang mengaku menyerahkan Rp125 juta melalui seorang perantara.
Penjualan seragam sekolah di Jogja melonjak menjelang tahun ajaran baru. Omzet toko mencapai Rp15 juta per hari seiring membludaknya pembeli.
Perempuan Bangsa DIY menggelar Muswil sebagai langkah awal konsolidasi organisasi dan penguatan kader untuk menghadapi Pemilu 2029.