Tertib Arsip Persempit Celah Penyimpangan Anggaran
Pengelolaan arsip yang tertib dan autentik dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mempersempit celah penyimpangan anggaran di lingkungan pemerintahan
(JIBI/Solopos/Trianto Hery Suryono)
Harianjogja.com, JOGJA-Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) DIY menemukan lebih dari 100 pak makanan dan botol minuman yang sudah kadaluarsa di beberapa kios di Terminal Giwangan, Jogja, Rabu (16/7/2014).
BPOM pun memperingatkan para pedagang untuk tidak menjual lagi makanan kadaluarsa tersebut.
Staf Bidang Pemeriksaan BPOM DIY Ety Rusmawati mengungkapkan, dalam inspeksi dadakan (sidak) yang dilakukannya telah menemukan sebanyak 181 pak makanan riangan daan minuman.
Selain itu makanan yang sudah rusak kemasannya juga sempat diperingatkan agar tidak dijual kembali. “Sudah kami peringatkan agar tidak dijual lagi,” kata dia disela-sela sidak.
Sidak BPOM ini menyasar 34 kios yang berada di terminal. Dari jumlah kios tersebut diakui Ety hanya 15 kios yang memenuhi syarat. Kendati demikian, Ety mengaku jumlah makanan kadaluarsa yang ditemukannya tersebut masih terbilang sedikit jika dibanding Ramadan tahun lalu yang jumlahnya mencapai lebih dari 500 pak makanan dan minuman.
“Tahun ini sudah cenerung menurun meskipun masih kita temukan,” ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengelolaan arsip yang tertib dan autentik dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mempersempit celah penyimpangan anggaran di lingkungan pemerintahan
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Dokter Yoga Yuniadi meluruskan anggapan obat hipertensi menyebabkan ginjal rusak dan menjelaskan pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.
DPRD Kota Jogja mendorong pencegahan korupsi melalui penguatan sistem, tata kelola transparan, akuntabel, dan budaya integritas.