Perkuat Kualitas Layanan Kebidanan Melalui Transformasi Digital
Di era modern, layanan kesehatan mengalami perubahan pesat seiring dengan kemajuan teknologi informasi.
JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA-Sejumlah masalah yang paling krusial dalam bidang pariwisata di Kota Jogja adalah sampah di Malioboro, parkir serta kemacetan. Selain sampah, yang menjadi masalah bagi Kota Jogja dari pandangan wisatawan adalah vandalisme.
“Agak kotor kotanya, banyak coretan juga,” ungkap Imelda, wisatawan asal Jakarta.
Untuk lokasi wisata, Imelda menilai telah cukup lengkap. Hanya saja, ia melihat memang jalan di Kota Jogja kecil, sehingga ia sebagai pejalan kaki, takut terserempet kendaraan bila berjalan di pinggir Jalan Malioboro. Sementara area pedestrian sendiri, juga telah terisi pedagang kaki lima. Adapun Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja melihat parkir dan lalu lintas, sebagai salah satu hal yang menjadi perhatian. Apalagi dua hal ini, lantang dikeluhkan di media sosial dan media massa.
“Kita selalu lakukan pembinaan, bahkan setiap hari ada monitoring,” ucap Wirawan Hario Yudho, Kepala Dishub Kota Jogja.
Hario menyesalkan pihak umum, kurang menggali informasi mendalam mengenai pengelolaan parkir. Selama ini, yang mencuat di kalangan umum adalah pengelolaan parkir yang tidak maksimal, hingga munculnya tarif parkir yang begitu tinggi, di salah satu lokasi wisata Kota Jogja, misalya Gembira Loka.
“Itu sudah masuk wilayah Bantul, kalau ditemukan kasus seperti itu di wilayah Tugu atau Malioboro, laporkan,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Di era modern, layanan kesehatan mengalami perubahan pesat seiring dengan kemajuan teknologi informasi.
BNPB memastikan tidak ada korban jiwa akibat karhutla di Aceh, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Simak kronologi dan penanganannya.
Sebanyak 20% SD Negeri di Sleman belum memenuhi kuota rombel SPMB 2026. Disdik memperkuat pendidikan agama dan mengkaji opsi regrouping sekolah.
Refleksi Yogya Kembali mengajak masyarakat meneladani nilai perjuangan untuk memperkuat ketahanan keluarga dan generasi muda DIY.
Harga sawi sempat anjlok hingga Rp500 per kg. KWT Sehati Magelang mengolahnya menjadi keripik Kraukk! bernilai jual lebih tinggi.
Disdikpora Kota Jogja memperkuat pembinaan Pemuda Pelopor dan program YES BOSS untuk mencetak generasi muda inovatif dan berdaya saing.