Kisah Timbul Sopir Becak Jadi Korban Carut Marut Data BPS, Desil 1 Berubah Jadi 9
Desil keluarga warga Kulon Progo naik dari 1 ke 9. BPS DIY menjelaskan cara penentuan desil dan mengapa desil bukan ukuran mutlak kemiskinan.
JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA-Sejumlah masalah yang paling krusial dalam bidang pariwisata di Kota Jogja adalah sampah di Malioboro, parkir serta kemacetan. Selain sampah, yang menjadi masalah bagi Kota Jogja dari pandangan wisatawan adalah vandalisme.
“Agak kotor kotanya, banyak coretan juga,” ungkap Imelda, wisatawan asal Jakarta.
Untuk lokasi wisata, Imelda menilai telah cukup lengkap. Hanya saja, ia melihat memang jalan di Kota Jogja kecil, sehingga ia sebagai pejalan kaki, takut terserempet kendaraan bila berjalan di pinggir Jalan Malioboro. Sementara area pedestrian sendiri, juga telah terisi pedagang kaki lima. Adapun Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja melihat parkir dan lalu lintas, sebagai salah satu hal yang menjadi perhatian. Apalagi dua hal ini, lantang dikeluhkan di media sosial dan media massa.
“Kita selalu lakukan pembinaan, bahkan setiap hari ada monitoring,” ucap Wirawan Hario Yudho, Kepala Dishub Kota Jogja.
Hario menyesalkan pihak umum, kurang menggali informasi mendalam mengenai pengelolaan parkir. Selama ini, yang mencuat di kalangan umum adalah pengelolaan parkir yang tidak maksimal, hingga munculnya tarif parkir yang begitu tinggi, di salah satu lokasi wisata Kota Jogja, misalya Gembira Loka.
“Itu sudah masuk wilayah Bantul, kalau ditemukan kasus seperti itu di wilayah Tugu atau Malioboro, laporkan,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Desil keluarga warga Kulon Progo naik dari 1 ke 9. BPS DIY menjelaskan cara penentuan desil dan mengapa desil bukan ukuran mutlak kemiskinan.
Labuan Bajo ditargetkan pulih dan makin tangguh pascagempa M7,7 melalui penguatan keselamatan, manajemen risiko, dan destinasi wisata darat
Luhut menyebut integrasi AI dalam E-Katalog dapat menghemat anggaran 20%-30% serta meningkatkan transparansi pengadaan pemerintah.
Festival Mustika Rasa resmi dibuka di Alun-Alun Selatan Jogja, Sabtu (29/8/2026). Festival kuliner yang melibatkan ratusan UMKM lokal ini membawa pesan tentang
Bala Mataram Rescue yang tumbuh dari suporter PSIM kini memiliki ambulans sendiri berkat bantuan Brajamusti Rantau untuk misi kemanusiaan
Ribuan warga mengikuti senam di Alun-Alun Selatan Jogja dan menggalang donasi lebih dari Rp10 juta untuk korban gempa NTT.