Bukannya Memperkuat, Sejumlah Kebijakan Pemerintah Pusat Justru Dinilai Melemahkan Desa
Undang-Undang (UU) Desa dinilai belum mampu menghantarkan masyarakat desa menjadi sejahtera dan bermartabat.
Harianjogja.com, BANTUL- Paguyuban Dukuh (Pandu) Kabupaten Bantul mengusulkan anggaran dana keistimewaan (Danais) senilai Rp100 miliar untuk dianggarkan pada 2015.
Ketua Pandu Bantul Sulistyo Atmojo menyatakan, dana senilai Rp100 miliar tersebut diusulkan ke Kementerian Keuangan melalui pemerintah DIY.
"Jadi usulan itu juga diseleksi oleh pemerintah DIY," terang Sulistyo Minggu (10/8/2014).
Danais 2015 yang diusulkan mengakomodasi kegiatan seni budaya di 933 dusun di Bantul. Sejatinya kata Sulistyo, usulan dana sebesar itu telah disampaikan sejak tahun lalu. Sebab pemerintah pusat menyaratkan, usulan Danais untuk kegiatan 2015 harus sudah masuk di akhir Desember 2013.
Pandu mengklaim, mayoritas kegiatan yang diusulkan agar dibiayai oleh Danais terkait pemberdayaan masyarakat. Misalnya usulan pembiayaan kegiatan gotong royong dan pembinaan sanggar-sanggar kesenian.
Kendati demikian, kata dia, seluruh anggota Pandu ditekankan tidak hanya mengakomodir kegiatan seni budaya secara fisik. Pemahaman nilai disebutnya lebih ditekankan.
"Misalnya bagaimana seni budaya itu juga menuntun kita dalam berperilaku," ujarnya.
Sulistyo menambahkan, penggunaan danais dipantau ketat oleh aparat penegak hukum. Audit dana dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Bahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menurutnya juga turun untuk memantau penggunaan dana tersebut.
"Pernah KPK tiba-tiba nyelonong membawa komputer milik pemerintah DIY ke Jakarta untuk diperiksa. Tapi sampai sejauh ini bersih tidak ada masalah," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Undang-Undang (UU) Desa dinilai belum mampu menghantarkan masyarakat desa menjadi sejahtera dan bermartabat.
Menkeu Purbaya memastikan pembiayaan MBG dan pengadaan alutsista tetap aman dengan defisit APBN dijaga di bawah 3 persen.
Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta kembali menggelar EduCareer Connect 2026 bertajuk “From Campus to Career: Connecting Education, Opportunities
Gempa Sukabumi Magnitudo 4,5 mengguncang Jawa Barat akibat aktivitas sesar aktif bawah laut, BMKG pastikan belum ada gempa susulan.
DPAD DIY mengakuisisi untuk mengelola arsip termasuk arsip pribadi, seniman, budayawan dan arsip-arsip yang menyimpan memori kolektif.
Identitas 11 bayi yang ditemukan di Pakem Sleman masih ditelusuri Pemkab Sleman untuk penerbitan dokumen resmi dan asal-usul bayi.