73 Kuota Jalur Mandiri Unsoed Disetting, Calon Maba Dimintai Uang
KPK menemukan dugaan pengaturan 73 dari 245 kuota PMB jalur mandiri Unsoed. Penyidik juga mengungkap tiga klaster perkara
Ilustrasi pedagang daging ayam (JIBI/Solopos/Antara)
Harianjogja.com, JOGJA- Pekan kedua Agustus ini, harga daging masih di wilayah Jogja tinggi. Adapun harga komoditas lainnya masih dinilai wajar.
Berdasarkan pantauan Harianjogja.com, Senin (18/8/2014) di sejumlah pasar tradisional seperti Pasar Beringharjo dan Pasar Demangan, harga komoditas daging masih dinilai tinggi.
Harga daging ayam broiler misalnya, rata-rata dijual Rp28.000 hingga Rp30.000 per kg. Daging ayam kampung harga jualnya mencapai Rp70.000 per kg.
Untuk komoditas daging sapi dan kambing, harga jualnya masih belum beranjak diangka Rp100.000 hingga Rp101.000 per kg.
Menurut Sutarmi, salah seorang penjual daging ayam di Pasar Demangan, belum turunnya harga daging tersebut disebabkan masih tingginya permintaan pasar. Hal tersebut mempengaruhi penjualan daging ke konsumen.
Dijelaskan dia dalam sehari, dia mampu menjual rata-rata 20 ekor per hari. "Untuk harga ayam broiler masih dijual antara Rp29.000 sampai Rp30.000 per kg. Harganya masih naik turun, fluktuatif," ujar Senin (18/7/2014).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPK menemukan dugaan pengaturan 73 dari 245 kuota PMB jalur mandiri Unsoed. Penyidik juga mengungkap tiga klaster perkara
Penjualan mobil nasional menembus 850.000 unit pada 2026, didukung pertumbuhan pasar, ekspor, dan kendaraan elektrifikasi.
Karhutla Gunung Semeru meluas ke tujuh titik di kawasan TNBTS. Dua helikopter dikerahkan untuk water bombing ke area sulit dijangkau.
Greenhost Boutique Hotel Yogyakarta Kembali menghadirkan ruang apresiasi seni melalui pameran lukisan bertajuk “Suara Alam
Anggaran MBG 2026 dipangkas dari Rp335 triliun menjadi Rp229 triliun. Realisasi hingga 27 Agustus mencapai Rp117 triliun.
PTDI optimistis N219 mampu merebut pasar pesawat 19 penumpang global dengan TKDN hampir 45 persen dan mendukung konektivitas wilayah 3T.