Perkuat Kualitas Layanan Kebidanan Melalui Transformasi Digital
Di era modern, layanan kesehatan mengalami perubahan pesat seiring dengan kemajuan teknologi informasi.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Potensi industri agro gula semut menjadi produk unggulan Kulonprogo. Menyasar pasar lokal, produk tersebut akan dikembangkan dengan kemasan sachet atau kemasan berbahan alumunium foil.
Kabid Perkebunan Dinas Pertanian dan Kehutanan Kulonprogo Widi Astuti mengatakan, saat ini pengajuan logo khusus untuk
kemasan tersebut sudah turun. Nantinya kemasan sachet gula semut akan dilabeli logo MPIG (Masyarakat Perlindungan Indikasi
Geografis) Gula Kelapa Kulonprogo.
"Sebenarnya setiap koperasi gula semut sudah memiliki label sendiri. Namun, label ini [MPIG] nantinya akan menampilkan identitas bahwa produk itu berasal dari Kulonprogo," ujar Widi kepada Harianjogja.com, Jumat (7/11/2014).
Widi mengatakan, selama ini sebagian besar pelaku industri masih memasarkannya secara curah. Setelah logo itu keluar nantinya produksi gula semut kemasan akan lebih digiatkan. Sebab, pasar untuk kemasan tersebut cukup potensial.
"Harapannya, masyarakat menengah ke bawah juga bisa menikmati produksi lokal dari daerah ini. Sementara kemasan yang akan
digunakan ukuran 70 gram. Tapi tergantung bagaimana nanti tuntutan pasar," jelas Widi.
Manager KSU Jatirogo Theresia Eko Setyowati mengungkapkan, pasar curah gula semut masih sangat menjanjikan. Apalagi sasaran
pasar yang dicapai dari produk tersebut adalah pasar luar negeri. Dia mengatakan, permintaan gula semut dari pasar luar terus
mengalami peningkatan, sehingga peluang bisnis yang terjalin masih sangat menguntungkan.
"Selama ini serapan pasar tertinggi masih dari curah. Namun, hal terpenting adalah bagaimana menolong ribuan penderes dan perajin, jadi kalau pasar semakin besar, maka kesejahteraan mereka lebih terjamin," jelas Eko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Di era modern, layanan kesehatan mengalami perubahan pesat seiring dengan kemajuan teknologi informasi.
Dinas Pendidikan Gunungkidul mengkaji regrouping 9 SD negeri yang kekurangan murid agar layanan pendidikan lebih efektif dan efisien.
Lapas Cipinang menegaskan penempatan Razman Nasution di Blok E dilakukan berdasarkan hasil asesmen kesehatan, bukan perlakuan khusus.
Pengamat ekonomi UMY menjelaskan gaji Rp8 juta bukan garis kemiskinan, melainkan batas administratif kategori MBR untuk program perumahan pemerintah.
KDKMP didorong menjadi jalur distribusi UMKM agar produk lokal mampu menembus pasar nasional hingga ekspor.
Tiga pelanggar reklame Bantul didenda Rp500.000 melalui sidang tipiring. Satpol PP menegaskan penindakan dilakukan sesuai Perda.