PERTANIAN KULONPROGO : Padi Menor Siap Diproduksi Luas

Bupati Kulonprogo bersama Anggota DPD RI Hafidz Asrom, Kepala KPBI dan Kepala Disperhut Kulonprogo saat memanen padi Melati Menoreh di areal persawahan di Dusun Ngipikrejo II, Desa Banjararum, Kalibawang, Kamis (8/1/2015). (JIBI/Harian Jogja - Holy Kartika N.S.)
09 Januari 2015 08:40 WIB Kulonprogo Share :

Pertanian Kulonprogo siap memproduksi dan mengembangkan varietas padi melati menoreh (menor).

Harianjogja.com, KULONPROGO – Varietas padi Melati Menoreh atau Menor terus diteliti dan dikembangkan untuk mendapatkan benih murni dari padi tersebut. Pada pemurnian tahap ketiga ini, kualitas varietas padi asli Kulonprogo itu terus meningkat.

“Pemurnian kali ini cukup sukses. Maka dari itu, pada masa tanam kedua tahun ini, kami rencananya akan mulai kembangkan padi Menor di lahan seluas sepuluh hektare,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kulonprogo Bambang Tri Budi Harsono usai acara panen ketiga padi Menor di balai pertemuan Kelompok Tani Ngudi Rejeki, Dusun Ngipikrejo II, Desa Banjararum, Kalibawang, Kamis (8/1/2015).

Bambang mengungkapkan ada dua jenis padi Menor yang dikembangkan, yaitu Menor Pulen dan Menor Wangi. Luasan lahan yang digunakan untuk mengembangkan Menor Pulen yakni seluas 3,5 hektare. Sedangkan untuk Menor Wangi baru dikembangkan di lahan seluas 500 meter persegi.

Dia mengatakan untuk saat ini yang dikembangkan lebih dulu baru Menor Pulen. Pasalnya, untuk Menor Wangi pengembangannya baru sampai pada tahap pemurnian awal. Padahal, tahap pemurnian tersebut tidak cukup dilakukan selama satu hingga dua kali saja.

Lebih lanjut dia mengatakan, saat ini pengembangan benih padi itu belum dapat didistribusikan di luar kecamatan ini. Pasalnya, pengembangan masih akan melihat seberapa besar produktifitas yang dihasilkan padi Menor. Namun, ke depan benih padi ini akan didistribusikan ke kelompok-kelompok tani.

“Arahnya akan menjadi padi premium yang dibudidayakan secara organik,” kata Bambang.

Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo mengharapkan padi Menor menjadi komoditas unggulan yang dimiliki Bumi Menoreh. Hasto mengatakan, padi yang ditanam di lereng Perbukitan Menoreh ini memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk premium. Dia menegaskan, agar sertifikasi padi tersebut dapat segera dilakukan.

“Tujuannya, agar padi ini segera dikembangkan oleh petani di seluruh Kulonprogo. Untuk potensi pasar juga sangat baik. Kami optimis, baik Bulog maupun toko modern akan dapat membuka pasar yang lebih luas untuk memasarkan beras Menor kualitas premium,” tandas Hasto.

Panen padi Menor ketiga juga turut dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) DIY Arief Budi Santoso dan Anggota DPD RI Hafidz