JNE Dukung Promosi Pariwisata Cilacap
dokumen
Keracunan makanan yang terjadi di perusahaan garmen di Dusun Balong terbukti terkontaminasi bakteri.
Harianjogja.com, SLEMAN-Polsek Ngaglik masih menunggu kelengkapan hasil uji laboratorium terhadap uji sampel makanan yang diduga membuat karyawan sebuah perusahaan garmen di Dusun Balong, Donoharjo, Ngaglik, Sleman, pada 21 Januari 2015 lalu.
Kapolsek Ngaglik, Kompol Partono mengungkapkan, pihaknya mengajukan permohonan hasil uji laboratorium sampel makanan kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman sebagai pelengkap bahan penyelidikan.
Sementara ini polisi sudah mengumpulkan bukti dari keterangan para saksi, yaitu karyawan korban keracunan, pihak manajemen perusahaan, dan tiga penyedia katering.
“Saat ini tinggal menunggu kelengkapan dari hasil uji laboratorium. Kalau sudah lengkap buktinya, baru akan ditentukan langkah hukum selanjutnya,” ungkapnya, Rabu (11/2/2015).
Sejauh ini Polsek Ngaglik belum dapat memberikan keterangan pasti terkait kemungkinan adanya unsur kesengajaan dalam kasus keracunan massal tersebut.
“Nanti akan dilakukan gelar perkara terlebih dahulu, lalu akan diketahui ada pelanggaran hukum atau tidak,” jelas Partono kemudian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA 17 Mei 2026. Kereta beroperasi sejak dini hari hingga malam untuk mendukung mobilitas penumpang.
BMKG memprakirakan cuaca DIY hari ini didominasi berawan dan udara kabur, sementara Sleman berpotensi diguyur hujan ringan.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya berdasarkan data resmi KAI Access.
Menteri PPPA menyebut paparan judi online terhadap 200 ribu anak menjadi ancaman serius bagi perlindungan dan tumbuh kembang anak.
Pemkab Bantul menargetkan 10 Koperasi Desa Merah Putih siap diresmikan Agustus 2026 dengan fokus usaha kebutuhan pokok dan produk lokal.