JNE Dukung Promosi Pariwisata Cilacap
dokumen
Keracunan makanan yang terjadi di perusahaan garmen di Dusun Balong terbukti terkontaminasi bakteri.
Harianjogja.com, SLEMAN-Polsek Ngaglik masih menunggu kelengkapan hasil uji laboratorium terhadap uji sampel makanan yang diduga membuat karyawan sebuah perusahaan garmen di Dusun Balong, Donoharjo, Ngaglik, Sleman, pada 21 Januari 2015 lalu.
Kapolsek Ngaglik, Kompol Partono mengungkapkan, pihaknya mengajukan permohonan hasil uji laboratorium sampel makanan kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman sebagai pelengkap bahan penyelidikan.
Sementara ini polisi sudah mengumpulkan bukti dari keterangan para saksi, yaitu karyawan korban keracunan, pihak manajemen perusahaan, dan tiga penyedia katering.
“Saat ini tinggal menunggu kelengkapan dari hasil uji laboratorium. Kalau sudah lengkap buktinya, baru akan ditentukan langkah hukum selanjutnya,” ungkapnya, Rabu (11/2/2015).
Sejauh ini Polsek Ngaglik belum dapat memberikan keterangan pasti terkait kemungkinan adanya unsur kesengajaan dalam kasus keracunan massal tersebut.
“Nanti akan dilakukan gelar perkara terlebih dahulu, lalu akan diketahui ada pelanggaran hukum atau tidak,” jelas Partono kemudian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Final Liga Champions 2026 hadirkan duel Rice vs Vitinha. Siapa paling dominan di lini tengah dan bawa tim juara?
Andropause makin banyak dialami pria usia produktif. Stres dan hormon memicu kelelahan, turunnya energi hingga kepercayaan diri.
Kemendikdasmen siapkan 150 ribu beasiswa S1/D4 untuk guru. Bantuan Rp3 juta per semester guna tingkatkan kualitas pendidikan nasional.
Ratusan biksu mengikuti prosesi pengambilan air berkah Waisak di Umbul Jumprit Temanggung. Ritual sakral ini jadi rangkaian penting Tri Suci Waisak.
Petani di Padukuhan Krajan, Poncosari, Srandakan, Kabupaten Bantul menghasilkan rata-rata 11,3-11,6 ton Gabah Kering Panen (GPK) per hektare dari demonstrasi pl