Kemenhut Pastikan Penanganan Kebakaran TNBTS Berjalan Terpadu
“Untuk pemadaman sekarang, ada tiga helikopter yang sudah beroperasi untuk pemadaman titik api, terutama di kelerengan yang tidak bisa dijangkau oleh pasukan,"
Keistimewaan DIY terjadi perpecahan pendapat mengenai suksesi.
Harianjogja.com, JOGJA-Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X sekaligus raja Kraton yang bertahta tetap mempertahankan agar Rancangan Peraturan Daerah Istimewa (Raperdais) pengisian jabatan gubernur dan wakil gubernur tidak perlu mencantumkan daftar riwayat hidup yang meliputi anak dan istri. Hal itu diakui Sultan supaya tidak ada diskriminasi. (Baca Juga :http://jogja.solopos.com/baca/2015/02/07/keistimewaan-diy-gubernur-diy-perempuan-masihkah-ada-peluang-575146"> KEISTIMEWAAN DIY : Gubernur DIY Perempuan, Masihkah Ada Peluang?)
"Saya hanya ingin Undang-undang Keistimewaan jangan diskriminasi," kata Sultan di Kepatihan, Senin (16/2/2015)
Dalam Undang-undang Keistimewaan (UUK) DIY Nomor 13/2012 Pasal 18 ayat 1 bahwa calon gubernur harus mencantumkan daftar riwayat hidup yang meliputi riwayat pendidikan, pekerjaan, saudara kandung, istri dan anak.
Sultan mengusulkan agar Pasal 18 ayat 1 UUK tersebut dipangkas dalam Raperdais yang kini tengah dibahas di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY. Usulan Sultan tersebut menurut Ketua Pansus Raperdais pengisian jabatan gubernur dan wakil gubernur Slamet, agar tidak ada konotasi seolah-olah ada penggiringan bahwa gubernur harus laki-laki.
Sehingga bunyi Raperdais di Pasal 3 huruf N menjadi 'calon gubernur harus mencantumkan daftar riwayat hidup'. Tanpa mencantumkan saudara kandung, anak dan istri.
Menurut Sultan, UUK berbeda dengan Kraton. UUK mengatur masyarakat Jogja termasuk mengatur siapa yang menjadi gubernur. Dalam UUK muncul kata-kata Istri diakui Sultan artinya ada diskriminasi. Sultan pun mempertanyakan kenapa UUK (yang mencantumkan istri) tak pernah dibahas saat itu.
"Gubernur perempuan atau laki-laki itu tak diskriminasi. UU ini kan bukan untuk keraton tapi UU mengatur masyarakat jogja. Kalau menyangkut [cagub harus menyerahkan] nama istri berarti uu sudah diskriminatif," katanya.
Namun demikian, Sultan mengaku tak mempermasalahkan jika pada akhirnya Kemendagri tetap menginginkan pencutaman daftar riwayat cagub memuat seperti UUK pada pasal 18.
"Nanti kan di konsultasikan ke Kemendagri, kalau [pihak Kemendagri] enggak setuju nggak masalah," tandas Sultan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
“Untuk pemadaman sekarang, ada tiga helikopter yang sudah beroperasi untuk pemadaman titik api, terutama di kelerengan yang tidak bisa dijangkau oleh pasukan,"
Presiden Prabowo dijadwalkan menghadiri resepsi 100 tahun Gontor sekaligus meresmikan Fakultas Kedokteran Unida Gontor di Ponorogo.
Zidane mengumumkan skuad perdana Prancis dengan tetap menunjuk Mbappe sebagai kapten dan memanggil lima pemain baru.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Sabtu 19 September 2026 tersedia mulai 07.30 WIB dengan tarif perjalanan Rp12.000.
Harga emas Pegadaian hari ini, Sabtu 19 September 2026, mencakup Antam, UBS, dan Galeri 24 lengkap dengan harga buyback.
IHSG turun 1,53% menjadi 6.441,159 sepanjang pekan 14–18 September 2026 di tengah tekanan global dan sinyal kenaikan suku bunga The Fed.