Pengacara Diduga Dikeroyok di Kafe Semarang, Polisi Angkat Bicara
Pengacara di Semarang diduga dikeroyok setelah melerai keributan di kafe. Tiga orang dilaporkan dan polisi memastikan kasus masih berjalan.
Ilustrasi bayi (JIBI/Harian Jogja/Reuters)
Penemuan bayi Bantul pada Kamis (19/2/2015) mengejutkan warga Dusun Kedoton, Pleret. Sebab bayi ditemukan masih berlumuran darah dan kedinginan di sebuah gerobak bakso.
Harianjogja.com, BANTUL - Bayi perempuan malang dibuang dalam kondisi basah kuyub kehujanan di gerobak bakso di Dusun Kedoton, Desa Pleret Kecamatan Pleret, Bantul, Kamis (19/2/2015). Kini bayi telah dirawat di puskesmas setempat.
Pantuan Harianjogja.com, bayi perempuan ditemukan memilki berat badan 3,3 kilo gram (kg) dengan panjang 46 sentimeter (cm) dengan tanpa tali pusar. Belum diketahui pelaku pembuang bayi tak berdosa yang masih dalam penyelidikan petugas.
Kapolres Bantul AKBP Surawan mengatakan pihaknya masih terus mengumpulkan sejumlah keterangan dari berbagai pihak untuk mendapatkan pelaku pembuang bayi.
"Kami masih selidiki kasus itu untuk bisa mengungkap pelakunya. Upaya ini kami lakukan dengan melibatkan tim Polsek Pleret dan Polres langsung," katanya kepada Harianjogja.com, Jumat (20/2/2015).
Dari pemeriksaan petugas di lokasi kejadian, Kapolres menyatakan bayi pertama kali ditemukan warga bernama Nunung Retnowati dalam kondisi menangis karena kehujanan. Bayi hanya ditinggalkan di dekat gerobak tanpa sehelai kain yang membuat korban menggigil kedinginan.
Seperti diungkapkan Nunung Retnowati kepada petugas yang bayi ditemukan saat dirinya mengetahui ada
tangisan bayi.
"Saya khawatir karena kondisi bayi masih berlumuran darah dan langsung memanggil tetangga," ujarnya.
Dari temuan ini, langsung dilaporkan ke petugas polsek dan puskesmas Pleret untuk ditingaklanjuti.
Sementara itu, petugas Puskesmas Pleret Yohana Enjang mengatakan kondisi bayi saat ini berangsur baik. Dari semua kondisi mengenaskan karena kedinginan, kini sudah makin baik dengan asupan asi. Dari kondisi ditemuan pusat bayi duga dipotong sendiri oleh pelaku pembuang bayi. Hal ini terlihat dari potongan tali pusar yang tidak rapi.
Panik Polsek Pleret Iptu Sumarman mengatakan dari pemeriksaan dilakukan kios bakso yang menjadi tempat pembuangan bayi sudah sekitar dua minggu tidak buka. "Kami masih fokus selidiki kasus ini," tutup dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengacara di Semarang diduga dikeroyok setelah melerai keributan di kafe. Tiga orang dilaporkan dan polisi memastikan kasus masih berjalan.
Pemimpin perusahaan AI menyerukan perlambatan pengembangan model frontier demi keamanan. AS menghadapi dilema antara mitigasi risiko dan persaingan dengan China
PT Prodia Widyahusada Tbk (kode saham: PRDA) kembali memperkuat komitmennya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini thalassemia
Bahlil Lahadalia enggan menjawab soal Fahd A Rafiq dan Nusron Wahid dalam kasus suap HGB. Ia memilih memberi gestur finger heart.
Empat film baru tayang di bioskop Indonesia pada 17 September 2026. Ada Akal Imitasi, Istimewa, Taboo: The Silent Day, dan Urang Bunian.
PSIM Jogja menghadapi Madura United pada pekan ketiga Super League 2026/2027. Van Gastel siap menghadapi permainan menyerang dan terbuka.