Kasus Bocah SD di Sragen Diduga Pembunuhan, Polisi Selidiki TKP
Polisi memasang garis polisi berlapis di rumah korban dugaan pembunuhan bocah SD di Sragen dan meminta warga membantu penyelidikan.
Nahdatul Ulama (NU) Bantul meminta Pemerintah Kabupaten Bantul mengambil tindakan terkait spanduk provokatif yang terpasang di sjeumlah titik di wilayah tersebut
Harianjogja.com, BANTUL - Maraknya spanduk di Bantul menyebarkan kebencian terhadap kelompok Syiah mengundang reaksi Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bantul.
Ketua PCNU Bantul Yasmuri mengatakan, meskipun belum melihat langsung pemasangan spanduk di berbagai titik lokasi strategis hal itu tidak layak terjadi. Terlebih, ada spanduk yang menyatakan kelompok lain dengan pengkafiran.
"Harusnya tidak sampai ada spanduk tulisan seperti itu. Tidak patut," ungkapnya, Rabu (25/2/2015).
Menurut Yasmuri, lepas ada tidaknya kelompok syiah di Bantul, spanduk provokatif bisa mengundang gejolak dan kondisi yang tidak baik di masyarakat.
Ia meminta pihak kepolisian, Satpol PP dan Bupati Bantul Sri Surya Widati untuk segera mengambil sikap tegas menyikapi persoalan tersebut.
Tidak adanya sikap tegas ditunjukkan pada Pemkab Bantul, Ketua PCNU Bantul yang juga Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bantul mengaku akan segera berkomunikasi dengan pemkab.
Menurutnya, Pemkab tidak perlu takut untuk mengambil langkah tegas demi terpeliharanya kerukunan dan toleransi antar kelompok agama dan kepercayaan.
Hingga Rabu (25/2/2015) sore, beberapa spanduk seperti terlihat di sepanjang Jl Bantul seperti pertigaan Cepit, perempatan Kasongan, Banguntapan, Jl Imogiri dan beberapa titik di jalur obyek vital pariwisata masih terpampang jelas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi memasang garis polisi berlapis di rumah korban dugaan pembunuhan bocah SD di Sragen dan meminta warga membantu penyelidikan.
OJK mencatat 19 pinjaman online memiliki kredit macet di atas 5 persen per April 2026. Outstanding pembiayaan pindar mencapai Rp102,07 triliun.
Deteksi dini TBC di Piyungan digencarkan lewat Active Case Finding. Baru 5 kasus ditemukan dari target 103 kasus sepanjang 2026.
BGN mengkaji pemanfaatan kantin sekolah dan dapur umum untuk Program Makan Bergizi Gratis di daerah 3T tanpa membangun dapur baru.
Mendagri Tito Karnavian menyoroti banyak tim sukses masuk tenaga honorer hingga membebani APBD dan meningkatkan belanja pegawai daerah.
Delapan dapur MBG di Solo ditutup sementara oleh BGN karena belum memenuhi syarat IPAL dan standar higienitas operasional.