Titik Temu Pendidikan Farmasi dan Kepuasan Pasien: Menakar Ulang Ukuran Keberhasilan
Pendidikan farmasi perlu mengintegrasikan pengalaman dan ulasan pasien dalam pembelajaran untuk meningkatkan empati, komunikasi apoteker, dan mutu pelayanan
Nahdatul Ulama (NU) Bantul meminta Pemerintah Kabupaten Bantul mengambil tindakan terkait spanduk provokatif yang terpasang di sjeumlah titik di wilayah tersebut
Harianjogja.com, BANTUL - Maraknya spanduk di Bantul menyebarkan kebencian terhadap kelompok Syiah mengundang reaksi Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bantul.
Ketua PCNU Bantul Yasmuri mengatakan, meskipun belum melihat langsung pemasangan spanduk di berbagai titik lokasi strategis hal itu tidak layak terjadi. Terlebih, ada spanduk yang menyatakan kelompok lain dengan pengkafiran.
"Harusnya tidak sampai ada spanduk tulisan seperti itu. Tidak patut," ungkapnya, Rabu (25/2/2015).
Menurut Yasmuri, lepas ada tidaknya kelompok syiah di Bantul, spanduk provokatif bisa mengundang gejolak dan kondisi yang tidak baik di masyarakat.
Ia meminta pihak kepolisian, Satpol PP dan Bupati Bantul Sri Surya Widati untuk segera mengambil sikap tegas menyikapi persoalan tersebut.
Tidak adanya sikap tegas ditunjukkan pada Pemkab Bantul, Ketua PCNU Bantul yang juga Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bantul mengaku akan segera berkomunikasi dengan pemkab.
Menurutnya, Pemkab tidak perlu takut untuk mengambil langkah tegas demi terpeliharanya kerukunan dan toleransi antar kelompok agama dan kepercayaan.
Hingga Rabu (25/2/2015) sore, beberapa spanduk seperti terlihat di sepanjang Jl Bantul seperti pertigaan Cepit, perempatan Kasongan, Banguntapan, Jl Imogiri dan beberapa titik di jalur obyek vital pariwisata masih terpampang jelas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pendidikan farmasi perlu mengintegrasikan pengalaman dan ulasan pasien dalam pembelajaran untuk meningkatkan empati, komunikasi apoteker, dan mutu pelayanan
Harga emas Pegadaian 21 Oktober 2026: Antam 1 gram Rp2.603.000, UBS Rp2.534.000, dan Galeri 24 Rp2.510.000. Cek harga buyback.
Realisasi KPR subsidi FLPP mencapai 184.342 unit hingga 19 Oktober 2026. BP Tapera mempercepat pembiayaan demi mengejar target 350.000 unit.
IHSG menguat 5,65% ke 5.278,89. Simak proyeksi BI Rate, level support-resistance, serta rekomendasi saham ANTM, ACES, BBNI, dan BUVA.
Kemenko PMK membahas solusi operasional KKMP di Kota Jogja yang terkendala lahan. Sebagian besar dari 45 koperasi telah beroperasi.
BMKG memperingatkan potensi hujan lebat, angin kencang, gelombang laut hingga 4 meter, dan banjir rob di sejumlah wilayah Indonesia