Warga Jogja Ditantang Berani Gundul
Ilustrasi pedagang beras (JIBI/Solopos/Dok.)
Harga kebutuhan pokok di Sleman terus merangkak naik, baik beras maupun komoditas lain
Harianjogja.com, SLEMAN-Harga beras masih terus naik pada awal pekan ini. Kenaikannya berkisar antara Rp200 hingga Rp300 per kilogram (kg).
“Hari ini baru naik lagi. Padahal kemarin juga sudah naik. Memang naik terus selama seminggu ini,” kata Tiara, penjaga toko sembako di Dusun Kamdamen, Sariharjo, Ngaglik, Sleman, Rabu (25/2/2015).
Tiara mengungkapkan, saat ini harga beras yang dijual rata-rata sudah di atas Rp10.000 per kg. “Harga beras per kilogram jenis C4 Rp10.400, beras jenis 64 lokal Rp10.000, beras naga hitam dan naga merah Rp11.000, beras Godean dan naga hitam super Rp11.200, beras mentik wangi Rp11.800,” ucapnya.
Tiara mengaku hanya bertugas menjaga toko sehingga tidak tahu penyebab kenaikan harga beras. “Ada juga pembeli yang protes karena harganya makin mahal, tapi kita kan hanya menjualkan. Seminggu yang lalu memang harganya masih ada yang dibawah Rp10.000,” ujar Tiara.
Vivid yang juga menjaga toko sembako bersama Tiara menambahkan tidak hanya beras saja yang naik harga. Ia menyebutkan bawang putih yang pekan lalu Rp15.500 per kg, sekarang sudah naik jadi Rp17.500 per kg. Begitu juga dengan bawang merah yang saat ini dijual seharga Rp20.500 per kg dari yang sebelumnya hanya Rp16.500 per kg.
“Telur juga naik. Kemarin Rp18.000 tapi sekarang sudah Rp18.400,” kata perempuan berusia 18 tahun tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kejagung mengungkap yayasan terafiliasi tersangka kasus MBG diduga menerima insentif miliaran rupiah per hari dari program tersebut.
MSI memperkenalkan Claw 8 EX AI+ berbasis Intel Arc G3 Extreme serta laptop edisi spesial 40 tahun pada COMPUTEX 2026.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa siap berbagi data dengan penegak hukum terkait penyidikan dugaan korupsi Program MBG periode 2025–2026.
KPK menyebut Silmy Karim masuk radar OTT Imigrasi karena pernah menjabat Dirjen Imigrasi. Penyidik masih menelusuri dugaan suap.
Polisi mengungkap motif ibu di Bantul yang melakban anak kandungnya. Pelaku mengaku kelelahan mengasuh anak seorang diri.