193 Karya Seniman Difabel Dipamerkan, Ada Prangko Khusus
Sebanyak 193 karya dari 131 seniman difabel dipamerkan dalam Suluh Sumurup Art Festival 2026 di Galeri Taman Budaya Yogyakarta (TBY).
Tjahjo Kumolo (Foto detikcom)
Kabinet Jokowi yakni Mendagri secara langsung membuka musrenbang DIY.
Harianjogja.com, JOGJA-Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) DIY 2016 di Hotel Inna Garuda, Senin (2/3/2015)
Dalam paparannya, Mendagri mengingatkan agar perencanaan pembangunan menyesuaikan dengan program Nawacita Pemerintah Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Tjahyo mengakui perencanaan pembangunan di daerah belum singkron dengan Nawacita.
"Perencanaan pembangunan jangka menengah belum singkron dengan nawacita Jokowi," kata Tjahyo
Selain itu, Mendagri juga mengingatkan agar pembangunan di daerah terkoneksi dengan pembangunan di daerah tetangga unrtuk meningkatkan pembangunan. DIY harus terkoneksi dengan Jawa Tengah.
Musrenbang RKPD DIY ini juga dihadiri perwakilan dari Kementrian Keuangan, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), dan perwakilan pemerintah daerah dari daerah Klaten, Magelang, Semarang, dan Purworejo
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 193 karya dari 131 seniman difabel dipamerkan dalam Suluh Sumurup Art Festival 2026 di Galeri Taman Budaya Yogyakarta (TBY).
IMF memperingatkan tekanan utang negara berkembang akibat konflik AS-Iran, sementara perlambatan investasi AI berisiko menekan ekonomi global.
Rupiah melemah 18 poin ke Rp17.918 per dolar AS pada Rabu (14/10/2026), tertekan kenaikan harga minyak dunia dan menanti data inflasi AS.
Polda Metro Jaya menaikkan kasus penganiayaan pengurus BEM UI Hafidz Hernanda ke penyidikan. Polisi memeriksa tujuh saksi dan menelusuri 26 titik CCTV.
KPK mencatat pemulihan aset negara Rp603 miliar hingga triwulan III 2026, termasuk Rp106 miliar dari perkara korupsi pejabat ATR/BPN.
Kelurahan Sorosutan, Jogja, mengembangkan Gemati untuk mendampingi warga dengan gangguan jiwa. Dukungan keluarga menjadi tantangan pemulihan.