Dua Siswa SMKN 1 Sanden Bantul Berlayar ke Italia

Kavien Yodri Asariaputra (kiri) dan Rendiyanto (kanan) seusai menemui Wakil Bupati Bantul, Sumarno, Senin (30/3/2015). (Harian Jogja - Bernadheta Dian Saraswati)
31 Maret 2015 15:20 WIB Bernadheta Dian Saraswati Bantul Share :

Dua siswa SMKN 1 Sanden Bantul akan berlayar ke Italia mewakili Indonesia untuk mengikuti ekspedisi pelayaran

Harianjogja.com, BANTUL—Sebanyak dua siswa Kelas XI Jurusan Nautika Kapal Penangkapan Ikan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Sanden, Kavien Yodri Asariaputra dan Rendiyanto, terpilih mewakili Indonesia untuk mengikuti ekspedisi pelayaran di Milan, Italia.

Bersama 18 siswa lainnya se-Indonesia, mereka akan berangkat dari Surabaya, Jawa Timur menggunakan Kapal Republik Indonesia (KRI) Banjarmasin pada 1 Mei mendatang.

Mereka akan berlayar selama 85 hari. Selama itu, mereka ditugaskan melaporkan setiap kejadian di masing-masing negara yang disinggahi. Untuk persiapan, Kavien dan Rendy telah mengikuti pelatihan dengan kerja praktik di pelabuhan ikan Sadeng, Gunungkdul.

Rendiyanto dan Kavien sempat mengikuti pelayaran singkat sekaligus menguji kekuatan fisik “Sempat mabuk laut tapi katanya makan ketela mentah bisa mengatasi," ujar Rendiyanto, remaja asal Desa Trirenggo, Kecamatan Bantul, seusai berpamitan dengan Wakil Bupati Bantul, Sumarno, di Gedung Parasamya, Senin (30/3/2015).

Untuk pelatihan secara nasional, mereka akan mengikuti pembinaan yang diberikan Kementerian Kelautan dan TNI AL pada 1-24 April di Mundu, Cirebon, Jawa Barat. “Ada pelatihan fisik dan upacara,” ungkap Rendi, sapaan akrab Rendiyantoro, yang tinggal di Selopamioro, Kecamatan Imogiri itu.

Setelah pelayaran sampai di Italia, keduanya akan menjadi duta pada acara Word Expo Milano 2015. Siswa akan mempromosikan pariwisata, budaya dan kemaritiman Indonesia.

Kepala Sekolah SMKN 1 Sanden, Slamet Raharjo, mengungkapkan dari keunggulan di bidang maritim, mereka akan kenalkan potensi yang belum tergali di kawasan pantai selatan Jogja.

Kavien dan Rendi di tingkat daerah berhasil menyisihkan 39 siswa lainnya. “Seleksi sekolah dilakukan tingkat pusat dan yang seleksi personal di sekolah. Kriteria khusus meliputi kesiapan mental siswa,” ucapnya.