Operasi Pasar di Bantul, Gas Elpiji 3 Kg Dijual Rp15.500 Per Tabung

JIBI/Solopos/Burhan Aris NugrahaPemilik pangkalan elpiji menata tabung 3kg kosong di pangkalan elpiji Sejahtera Jaya Mandiri, Nusukan, Solo, Rabu (12/2). Pertamina menggelontor extra droppng elpiji 3kg pada Rabu (12 - 2) sebanyak 6.160 tabung untuk wilayah Solo. Hal itu menyusul meningkatnya permintaan masyarakat yang menyebabkan kekosongan elpiji bersubsidi di pangkalan dan pengencer
08 Mei 2015 07:20 WIB Bhekti Suryani Bantul Share :

Operasi pasar digelar di Bantul. Ribuan tabung gas elpiji 3 Kg dijual seharga Rp15.500 per tabung

Harianjogja.com, BANTUL- Lebih dari 1.000 tabung gas elpiji 3 Kg atau biasa disebut gas melon dijual murah di Banguntapan, Bantul menyusul kelangkaan gas yang ada di wilayah ini.

Operasi Pasar (OP) gas elpiji bersubsidi itu digelas Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) di Dusun Sorowajan dan Pasar Ngipik, Kecamatan Banguntapan Bantul selama dua hari, Rabu (6/5/2015) hinga Kamis (7/5/2015).

Koordinator Lapangan Hiswana Migas DIY untuk Wilayah Bantul, Roni Endro mengatakan, operasi pasar hari pertama menyediakan sebanyak 560 tabung gas elpiji 3 Kg di Dusun Sorowajan, yang dijual seharga Rp15.500 per tabung.

Operasi hari kedua juga menjual 560 tabung gas sehingga totalnya sebanyak 1.120 tabung dalam dua hari.

"Untuk hari pertama terserap semua oleh konsumen, tapi untuk hari kedua kami belum dapat laporan," ungkap dia Kamis (7/5/2015).

Operasi pasar sengaja digelar untuk mengendalikan harga gas elpiji 3 Kg di pasaran dengan menambah pasokan gas berharga murah. Saat ini, harga gas elpiji di tingkat pengecer menurut Roni mencapai Rp20.000 per tabung.

"Kenapa di Banguntapan karena kami dapat info di sana yang terjadi kekurangan," ujar dia.

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Bantul Sahadi menyatakan, selain mengendalikan harga, OP bertujuan mengatasi kekurangan gas yang terjadi di Bantul salah satunya di Banguntapan.

"Sejauh ini Banguntapan yang masih sering dilaporkan kekurangan, makanya digelar di sana," terang Sahadi.

Kekurangan gas di wilayah ini merata hampir di semua desa. Selain di Banguntapan, Pemkab Bantul belum mengetahui dimana lagi operasi pasar akan digelar oleh Hiswana.

Sahadi menambahkan, harga gas elpiji bersubsidi di tingkat konsumen saat ini bervariasi. Mulai dari Rp17.000-Rp19.000 per tabung. Operasi pasar dianggap menguntungkan masyarakat karena harga jual gas lebih murah.

"Harganya lebih murah karena langsung dari agen tidak lagi di pangkalan," ujar dia.