RUSUNAWA KULONPROGO : PLN Tunggu Kepastian Pemkab Kulonprogo

Lingkungan di sekitar rusunawa Triharjo masih tampak belum tertata dan belum siap huni, Selasa (27/1/2015). (JIBI/Harian Jogja - Holy Kartika N.S.)
11 Mei 2015 12:40 WIB Kulonprogo Share :

Rusunawa Kulonprogo belum terpasang listrik karena masih menunggu tindak lanjut Pemkab setempat.

Harianjogja.com, KULONPROGO -Operasional rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di Desa Triharjo, Kecamatan Wates masih terkendala jaringan listrik yang belum terpasang. Namun, pihak PT PLN Rayon Wates menegaskan tidak ada upaya menghambat. Mereka justru sedang menunggu tindak lanjut dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo. (Baca Juga :http://jogja.solopos.com/baca/2015/02/20/rusunawa-kulonprogo-rusunawa-bakal-dikenai-pajak-578597"> RUSUNAWA KULONPROGO : Rusunawa Bakal Dikenai Pajak)

Supervisor Pelayanan Pelanggan PT PLN Rayon Wates, Suryanta mengungkapkan, masalah penyediaan listrik bagi rusunawa di Triharjo diserahkan kepada kantor PT PLN Area Jogja.

“Kami tidak menunda. Namun, kewenangan ada di kantor area karena membutuhkan perluasan jaringan. Sebab, kami tidak bisa menyediakan materialnya, seperti tiang dan trafo,” katanya, saat ditemui Harianjogja.com, Selasa (5/5/2015) pekan lalu.

Dikonfirmasi terpisah, Supervisor Pelayanan Pelanggan PT PLN Area Jogja, Sukarniasih membenarkan soal kewenangan penyediaan jaringan listrik bagi rusunawa di Triharjo. Dia juga sudah menjalin komunikasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Kulonprogo. Bahkan, surat jawaban persetujuan beserta rincian biaya yang harus dibayarkan juga sudah dibuat pada 26 Maret lalu.

“Sampai sekarang belum ada tindak lanjut pembayarannya. Minggu lalu mereka bilang akan datang langsung ke sini untuk menanyakan secara detil tapi saya tunggu kok belum rawuh,” paparnya saat dihubungi pada Jumat (8/5/2015) lalu.

Perempuan yang akrab disapa Asih itu mengaku tidak banyak mengetahui detail awal proses pemasangan jaringan listrik rusunawa di Triharjo. Sebab, tugas tersebut baru dia emban sejak 2 Maret 2015. Namun, dia memastikan PT PLN sudah menerbitkan jawaban atas permohonan Pemkab Kulonprogo paska melakukan survei lapangan. “Surat jawaban itu juga kami tembuskan ke rayon Wates yang nanti akan menyiapkan nomor register ketika pelanggan menanyakan pembayarannya,” ujarnya.

Asih memaparkan, rusunawa di Triharjo membutuhkan perluasan jaringan sebanyak 11 tiang dengan rencana anggaran biaya (RAB) sekitar Rp300 juta. Dalam permohonan yang diajukan, perluasan jaringan dibagi dalam dua persil. “Ada dua kapling rusunawa. Rusunawa TJ1 pasang baru dengan daya 53.000 VA, begitu juga dengan Rusunawa TJ2,” ucap Asih menjelaskan.

Pengerjaan perluasan jaringan bisa dilakukan 40 hari paska tanggal pembayaran. Asih berharap, proyek tersebut segera terealisasi agar rusunawa bisa beroperasi secepatnya. “Sebab, kita melihat banyak masyarakat yang memang membutuhkan bantuan pemukiman,” ungkapnya kemudian.