KASUS HIV AIDS JOGJA : PSK dan Ibu Rumah Tangga Sama Beresiko Terifeksi HIV

A man points at an artwork at a conceptual art exhibition about HIV/AIDS in Tehran December 2, 2007. REUTERS - Morteza Nikoubazl
16 Mei 2015 00:20 WIB Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Ibu rumah tangga menempati urutan nomor tiga terbanyak sebagai pengidap HIV  dan AIDS di Jogja.

Data Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Jogja 2014 mencatat jumlah ibu rumah tangga yang mengidap HIV dan AIDS setara dengan jumlah pekerja seks yang mengidap virus serupa, yakni 95 orang.

Posisi kedua pengidap HIV dan AIDS ditempati wiraswasta sejumlah 122 orang, sedangkan urutan pertama tidak diketahui pekerjaannya sebanyak 219 orang.

Menurut Sekretaris KPA Jogja F Kaswanto sebenarnya pekerjaan tidak bisa dijadikan patokan mutlak dan menimbulkan kecenderungan bias karena pencatatan dilakukan saat pemeriksaan.

"Bisa saja ketika ditanya mengaku ibu rumah tangga padahal bukan, atau bisa saja dia memang ibu rumah tangga yang memiliki perilaku berpotensi terinfeksi HIV, atau tertular dari suaminya," paparnya dalam jumpa pers acara Malam Renungan AIDS Nusantara (MRAN) di Balaikota Jogja, Rabu (13/5/2015).

Ditegaskannya, yang terpenting saat ini adalah mencegah penularan HIV tanpa memandang latar belakang dan status sosial.

Sebab, kata Kaswanto, HIV dan AIDS dapat menular ke orang-orang yang memiliki perilaku berisiko, misal berhubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan tanpa menggunakan kondom, bergantian jarum suntik, atau penularan dari ibu terinfeksi HIV ke anaknya melalui proses menyusui.

Ia mengungkapkan, kasus HIV dan AIDS di Jogja cenderung bertambah, tidak hanya pada usia produktif melainkan juga bayi dan balita.

Tercatat, sampai dengan akhir tahun lalu terdapat dua bayi terinfeksi HIV, dua bayi mengidap AIDS, sembilan balita terinfeksi HIV dan dua balita mengidap AIDS.

Pencegahan penularan HIV dan AIDS, imbuhnya, harus dikerjakan dengan melibatkan seluruh komponen, baik masyarakat maupun petugas masyarakat.

Kaswanto menyebutkan, layanan Voluntary Counselling and Testing (VCT) atau tes HIV secara sukarela disertai konseling dapat diakses di Rumah Sakit Panti Rapih, Bethesda, PKU Muhammadiyah, PKBI DIY, BP4 Jogja, Puskesmas Gedongtengen, Umbulharjo I, Tegalrejo, Mergangsan, Mantrijeron, Gondokusuman II, dan Wirobrajan.

Ketua Malam Renungan AIDS Nusantara (MRAN) Fikram menjelaskan tema MRAN tahun ini Support The Future yang berarti ajakan kepada semua komponen masyarakat di seluruh dunia untuk bersatu mendukung upaya penanggulangan AIDS secara berkelanjutan.

"MRAN tidak hanya untuk memperingati tetapi juga memberikan informasi seputar HIV dan AIDS kepada masyarakat," terangnya.

MRAN, jabar Fikram, akan dilaksanakan di Halaman Parkir Komplek Balaikota Jogja, Sabtu (16/5/2015) mendatang mulai pukul 18.00 WIB.

Selain talkshow bertajuk Penanggulangan HIV dan AIDS -Adherence dan Strategic Use of ARV (SUVA), juga diadakan tes HIV gratis, penyalaan lilin dan doa bersama, serta hiburan.