MUNAS MUHAMMADIYAH : Kebencanaan Jadi Pembahasan Utama

19 Mei 2015 20:39 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Munas Muhammadiyah kali ini fokus mengenai kebencanaan.

Harianjogja.com, JOGJA-Musyawarah Nasional ke-29 Majelis Tarjih Pimpinan Pusat Muhammadiyah kali ini mengangkat tema kebencanaan.

Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Tarjih dan Tajdid, Dahwan mengatakan tema kebencanaan dipilih dalam Munas Majelis Tarjih dikarenakan penting mengingat negara indonesia merupakan wilayah yang rawan bencana mulai dari tanah longsor, banjir, gempa bumi, sampai tsunami.

Menurutnya bencana terdiri dari dua, yakni bencana yang tidak dapat diprediksi seperti gemba bumi, dan bencana yang bisa diprediksi, yakni bencana yang diakibatkan ulah manusia.

Diakui Dahwan, selama ini bencana hanya dihubungkan kehendak Tuhan, padajhal, menurut dia, perilaku manusia juga sangat berperan dalam hal penyebab bencana.

"Ini yang menjadi titik poin sebagai paradigma fikih bencana yang diusung Muhammadiyah," kata Dahwan dalam jumpa pers di gedung PP Muhammadiyah Cikditiro, Jogja, Senin (18/5/2015)

Dahwan mengatakan fikih bencana merupakan sebuah konsep yang menggabungkan antara teologi dan panduan praktis dalam persfentif Islam mengenai bencana.

Ketua PP Muhammadiyah Bidang Tarjih dan Tajdid, Yunahar Ilyas berharap masyarakat nantinya memiliki panduan jika terjadi bencana. Misalnya, apa yang harus dilakukan jika terjadi bencana, bagaimana cara berwudu dalam keadaan banjir dan tidak ada air bersih, sampai panduan mengurus jenazah korban bencana.

Yunahar menambahkan, materi lainnya dalam Munas Majelis Tarjih ke-29 ini yang akan dibahas adalah fikih salat dan sistem perkaderan ulama Muhammadiyah. Munas akan diselenggarakan pada 19-22 Mei mendatang di gedung Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP), Kalasan, Sleman.