RAZIA SLEMAN : Belasan Kondom Ditemukan di Panti Pijat Berbah

JIBI/Solopos/Ardiansyah Indra KumalaBerbagai merk kondom terpajang di etalase sebuah apotek di Jalan RM Said, Solo, Rabu (1 - 1). Belum adanya regulasi yang mengatur penjualan kondom membuat sejumlah apotek bebas menjajakan alat kontrasepsi tersebut.
26 Mei 2015 21:20 WIB Sunartono Sleman Share :

Razia Sleman pada Senin (25/5/2015) menemukan belasan kondom.

Harianjogja.com, SLEMAN - Petugas Polsek Berbah menemukan belasan kondom yang belum terpakai dalam merazia sejumlah salon dan panti pijat di Berbah, Sleman, Senin (25/5/2015). Dua orang pekerja panti pijat pun dibawa ke Mapolsek untuk menjalani pemeriksaan.

Kanit Reskrim Polsek Berbah AKP Mujiman menyatakan, dari beberapa salon dan panti pijat yang dirazia ia menemukan adanya dugaan lokasi prostitusi di salahsati panti pijat kawasan Mangunan, Kalitirto, Berbah. Meski tidak menemukan adanya dugaan transaksi seks, namun di panti pijat ini ia menemukan 12 kondom yang masih terbungkus rapi alias belum digunakan.

"Kami menemukan adanya indikasi prostitusi," ungkapnya, Senin (25/5/2015).

Selain ditengarai disalahgunakan sebagai tempat prostitusi, lanjutnya, panti pijat juga tidak memiliki ijin. Sehingga beroperasi secara ilegal. Pihaknya mengamankan dua orang karyawan saat razia tersebut sekaligus seorang pemilik panti pijat.

"Dua wanita di panti pijat itu kami periksa di Mapolsek. Untuk pemiliknya akan dikenakan Tipiring," ujarnya.

Terpisah Kasi Penegakan Perundangan Satpol PP Sleman Rusdi Rais menyatakan, sejumlah salon yang terbukti ditemukan kondom akan dilakukan penutupan. Setelah pemilik menjalani sidang Tipiring, pihaknya akan mengajukan permohonan kepada Bupati Sleman terkait penutupannya.

"Selama ini kami sudah melakukan pengawasan. Apalagi kalau tidak memiliki gunting dan ditemukan alat kontrasepsi, itu bisa diajukan untuk ditutup," tegasnya.