Anak Diduga Bunuh Ayah di Boyolali Jalani Observasi Kejiwaan
Polisi akan memeriksa kejiwaan pria yang diduga menganiaya ayah kandungnya hingga meninggal dunia di Boyolali.
Ramadan 2015 ini, ormas di Jogja diminta tak melakukan sweeping demi menjaga kondusifitas
Harianjogja.com, JOGJA-Pemkot Jogja siap menindak tegas ormas yang melakukan sweeping selama bulan Ramadhan.
Walikota Jogja Haryadi Suyuti mengatakan harus tercipta suasana kondusif dan keharmonisan antara warga yang berpuasa dan tidak di Jogja.
"Kami sudah mengatur dengan membuat surat edaran kepada pelaku usaha hiburan di Jogja terkait aturan operasional selama bulan Ramadhan," ujarnya dalam temu wartawan, Rabu (17/6/2015).
Oleh karena itu, jelasnya, tidak ada alasan bagi ormas untuk melakukan sweeping. Apabila menemukan indikasi kegiatan yang mengganggu ketenteraman dan ketertiban, masyarakat dapat lapor ke Polresta Jogja. Demikian pula jika mendapati gejala gangguan keamanan dapat melaporkan kondisi tersebut ke Kodim 0734 Jogja.
"Dan jika melihat indikasi kegiatan masyarakat yang mengganggu dapat lapor ke kami [Pemkot]," imbuh Haryadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi akan memeriksa kejiwaan pria yang diduga menganiaya ayah kandungnya hingga meninggal dunia di Boyolali.
Kapolres Sukoharjo AKBP Andhika Dharma Sena dan tiga personel dinonaktifkan serta diperiksa Propam Polri terkait penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran.
Kajian Celios memperkirakan kerugian kesehatan akibat karhutla 2026 mencapai Rp224,65 triliun, dengan potensi 41,89 juta orang terdampak ISPA.
Pemprov Jawa Tengah mengumpulkan 31.032,44 liter minyak jelantah dari 60.680 ASN dan pegawai BUMD hingga meraih penghargaan MURI.
BPS mencatat inflasi tahunan Oktober 2026 sebesar 3,23%. Cabai rawit, beras, bensin, dan tarif pesawat menjadi penyumbang inflasi.
Polda DIY mencatat kecelakaan turun 23% dibanding pekan sebelumnya selama Ops Patuh Progo 2026, tetapi naik dibanding periode tahun lalu.