DPRD Gunungkidul Minta Proyek Infrastruktur 2026 Berkualitas dan Tepat Waktu
Komisi C DPRD Gunungkidul meminta proyek infrastruktur 2026 selesai tepat waktu dan berkualitas agar tak mengganggu penyerapan anggaran.
Mudik lebaran 2015, lurah pasar berkomitmen Jaga Keamanan saat Lebaran
Bisnis.com, GUNUNGKIDUL - Lurah Pasar Argosari Wonosari Joko Santoso menyiagakan petugas khusus untuk menjaga keamanan di pasar selama libur lebaran. Pasalnya hari pertama lebaran mayoritas pedagang memilih libur. Biasanya, di hari itu diisi dengan kegiatan Salat Id dan berkumpul dengan sanak saudara.
"Kami tidak membuat kebijakan khusus untuk tutup. Tapi seperti di tahun-tahun sebelumnya, di hari pertama itu banyak pedagang yang tutup," kata Joko kepada Harianjogja.com, Kamis (16/7/2015).
Dia menjelaskan, kalaupun ada yang tetap berjualan, biasanya dilakukan saat siang hari. Jadi untuk antisipasi dari tindak kejahatan, pihak pasar menerjunkan sejumlah personel guna berjaga-jaga.
"Petugas keamanan pasar siap diterjunkan. Untuk pelaksanaan pengamanan akan dilakukan secara bergilir," ungkapnya.
Joko menambahkan, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Polres Gunungkidul untuk membantu dalam proses pengamanan. Harapannya, selama pedagang tutup tidak ada kejadian yang bisa merugikan semua pihak. "Mudah-mudahan semua bisa berjalan dengan lancar," kata Joko, lagi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Komisi C DPRD Gunungkidul meminta proyek infrastruktur 2026 selesai tepat waktu dan berkualitas agar tak mengganggu penyerapan anggaran.
Kemenhub mencatat bus terlibat 21.269 kecelakaan sepanjang 2025. Pemerintah mendorong penerapan SMK PAU untuk memperkuat keselamatan.
Menpar Widiyanti kenalkan potensi wisata yacht Indonesia kepada investor asing, dari Raja Ampat hingga pasar yacht yang ditargetkan tumbuh.
HPP gula petani tak berubah sejak 2024. APTRI mengusulkan Rp15.500/kg, tetapi keputusan pemerintah belum terbit saat musim giling 2026 berakhir.
KPK mendalami aktivitas Sirajudin Lasena di Jakarta sebelum OTT, termasuk komunikasi dengan pihak swasta dan temuan uang Rp130 juta.
Kadin DIY menyebut kekuatan ekonomi Jogja sebagai “tambang ide”. Riset kampus didorong terhubung dengan industri dan pasar.