WISATA KULONPROGO : Ribuan Wisatawan Serbu Kalibiru

Obyek wisata Kalibiru di Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap, Kulonprogo diserbu ribuan pengunjung, Minggu (19/7/2015). (Harian Jogja - Rima Sekarani)
20 Juli 2015 11:21 WIB Rima Sekarani Kulonprogo Share :

Wisata Kulonprogo membbanjir pada musim lebaran ini

Harianjogja.com, KULONPROGO-Objek wisata Kalibiru di Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap, Kulonprogo, kembali dibanjiri wisatawan pada musim libur lebaran tahun ini. Tiga hari terakhir, sudah ada lebih dari 5.000 orang yang berkunjung ke sana.

Pengelola obyek wisata Kalibiru, Parjan mengungkapkan, pada lebaran hari pertama, Jumat (17/7/2015) kemarin, setidaknya sudah ada 800 orang yang datang berlibur. Jumlah pengunjung kemudian meningkat signifikan pada Sabtu (18/7/2015) kemarin yang hampir mencapai 3.000 orang.

“Hari ini sampai pukul 14.00 WIB, kami sudah menjual 2.005 tiket. Namun, ada sekitar 200 pengunjung yang bebas tiket masuk,” ungkap Parjan, Minggu (19/7/2015).

Parjan mengatakan, warga sekitar Hargowilis memang tidak perlu membayar tiket masuk jika ingin menikmati pemandangan alam di Kalibiru. Hal itu juga diberlakukan bagi anak-anak berusia di bawah lima tahun. “Harus bilang dulu kalau warga sekitar sini supaya gratis,” ucapnya.

Khusus hari lebaran hingga H+7 nanti, tiket masuk obyek wisata Kalibiru dipatok Rp10.000 per orang. Pengelola memang sengaja menaikkan tarif karena biaya operasional yang dibutuhkan juga jauh lebih tinggi. Misalnya saja untuk membayar sekitar 30 orang tenaga lepas yang membantu kelancaran lalu lintas menuju Kalibiru. “Kami menugaskan relawan di setiap titik rawan,” ungkap Parjan.

Dua gardu pandang yang jadi lokasi berfoto terpopuler tidak sanggup memfasilitasi lonjakan pengunjung tersebut. “Ramai tapi banyak yang kecewa. Besok spot fotonya kami tambah satu,” katanya kemudian.

Riza, salah satu pengunjung asal Jakarta mengaku harus menunggu hingga hampir dua jam demi bergaya di atas gardu pandang. Meski demikian, dia mengaku puas dan ketagihan. “Enggak rugi deh. Lain kali bakal ke sini lagi kalau ada waktu,” ujar pemuda berusia 24 tahun itu.

Pengunjung lainnya, Fardo, memilih pasrah dan tidak ikut mengantre. Warga Jogja itu mengaku akan mencobanya lagi lain hari. Dia dan keluarganya hanya bersantai menikmati keindahan pemandangan Waduk Sermo. “Lain kali akan pilih selain hari libur biar tidak seramai ini,” ujarnya.