OLEH-OLEH GUNUNGKIDUL : Omzet Gatot Tiwul Yu Tum Naik 300%

Suasana di Toko Yu Tum Jalan Jogja-Wonosari, Siyono, Senin (20/7/2015). Omzet pada hari kedua lebaran, mengalami kenaikan 200% dibanding hari biasa, sementara pada hari ketiga lebaran, omzet naik sampai 300%. (Harian Jogja - Uli Febriarni)
21 Juli 2015 17:21 WIB Uli Febriarni Gunungkidul Share :

Oleh-oleh Gunungkidul di Gunungkidul, gatot tiwul Yu Tum kebanjiran pembeli

Populer, menjaga tradisi dan menyediakan produk dalam keadaan masih hangat, menjadi ciri khas produk gatot dan tiwul Yu Tum, Gunungkidul. Hal ini menjadikan Yu Tum dekat di hati masyarakat, betapa tidak, mau lihat buktinya? Berikut laporan yang dihimpun wartawan Harian Jogja, Uli Febriarni.

Sebagai seorang menantu yang mendapatkan tugas melanjutkan usaha mertua, Slamet Riyadi dituntut memiliki semangat tinggi dan pantang menyerah, bahkan inovasi juga harus terus hangat di kepala. Begitu juga dengan produk mereka yang disajikan kepada pembeli.

Ia dan istri, dari tahun ke tahun terus menjaga kualitas, baik rasa, dan pelayanan. Sehingga, pada Lebaran 2015, ia masih mendapat kepercayaan dan permintaan tinggi dari masyarakat. Terlihat dari omzet yang terus naik per harinya di musim libur Lebaran.

Slamet menjelaskan, dibanding hari biasa, pada hari kedua lebaran, omzet yang ia raih baik hingga 200 persen dibanding hari biasa, sedangkan pada hari ketiga lebaran, naik sampai 300 persen.

Padahal, ia sempat mengamati lesunya permintaan pasar pada beberapa bulan terakhir, daya beli masyarakat menurun dan berimbas pada angka penjualan yang disebutnya sepi. Meski demikian, Slamet dan istrinya, Suratmi, terus membangun semangat optimis dan pikiran positif, yang akhirnya membawa keberuntungan luar biasa.

Sejak pukul 15.00 WIB hingga 17.00 WIB, jalanan mulai macet, pada saat itu pula terlihat deretan kendaraan parkir di halaman Yu Tum cabang Jalan Jogja-Wonosari, Siyono. Namun ternyata, keramaian bukan hanya terjadi sore hari.

"Puncak kedatangan pengunjung pada lebaran ketiga, yang paling laris gatot, tiwul, belalang, dan beragam olahan makanan dari bahan singkong. Hari ini masih ramai, lebaran kelima sepertinya kedatangan akan mulai menurun," ungkapnya, di Yu Tum Cabang Siyono, Senin (20/7/2015).

Ia tidak kaget dan mengaku sudah menyiapkan bahan dan stok lebih banyak dibanding hari biasa, bahkan lebaran tahun-tahun sebelumnya.

Bayangkan, demi menjaga perasaan pengunjung, agar mereka tidak kecewa saat berkunjung, Slamet menambah bahan baku thiwul dan gathot, masing-masing hingga tiga ton. Bukan hanya dijual di toko Yu Tum cabang Siyono, melainkan Jalan Pramuka (Yu Tum Pusat), Yu Tum Jalan Baron.

"Karena kami tidak ingin pelanggan kecewa, ketika datang ke toko, justru kehabisan," lanjutnya.

Di toko, para pengunjung yang didominasi ibu-ibu terlihat bingung. Memilih-milih produk, bukan hanya varian rasa tiwul yang akan dibeli, melainkan ukuran gatot yang akan dibawa pulang, hingga beragam cemilan yang ditata di sana.

Salah satu pengunjung Yu Tum Cabang Siyono, Darmono adalah salah satu wisatawan dari Klaten yang sebelumnya berwisata dari Pantai Kukup dan Baron. Gatot, tiwul, dan bakpia menjadi pilihan oleh-oleh yang akan ia bagikan kepada keluarganya setibanya di Klaten.

Sementara pengunjung yang lainnya asal Jetis, Jogja, yakni Utami, baru saja selesai bersilaturahmi bersama keluarga.

"Gatot dan tiwul menjadi oleh-oleh yang biasa saya bawa untuk keluarga di Jogja," urainya.