BPPTKG Tegaskan Pendakian Gunung Merapi Belum Aman Dilakukan
BPPTKG belum merekomendasikan pembukaan pendakian Gunung Merapi karena ancaman awan panas, erupsi, dan lontaran material masih tinggi.
Kanjeng Bendoro Pangeran Haryo Prabu Suryodilogo saat penobatan menjadi Paku Alam X dengan gelar Kanjeng Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) hari ini, Kamis (7/1/2016). (Gilang Jiwana/JIBI/Harian Jogja)
Jumenengan paku alam X sidah digelar, Kamis (7/1/2016) pagi
Harianjogja.com, JOGJA- Sosok bernama lahir Raden Mas Wijoseno Hario Bimo ini boleh jadi masih asing di telinga warga DIY. Namanya baru mencuat setelah dipastikan melanjutkan kepemimpinan Paku Alam X beberapa waktu lalu. Sejak saat itu berbagai kiprah dan prestasinya mulai bertebaran. Namun bagaimanakah sosok Mas Bimo yang sekarang bergelar KBPH Suryodilogo di mata orang terdekatnya?
Menjalin rumah tangga dengan Bendara Raden Ayu (BRAy) Atika Suryodilogo sejak 1991 membuat Atika paham benar tabiat suaminya. Dia menyebut sosok suami adalah sosok yang kelihatan kereng (garang) dari luar tapi selalu hangat saat bersama keluarga.
“Kalau dari luar memang kesannya kereng, padahal enggak. Guyon terus kalau dirumah,” kata Atika selepas gladi Jumenengan Selasa (5/1/2016).
Hobi guyon itu yang rupanya berhasil menyatukan Atika dan Mas Bimo. Kebetulan Atika juga terbilang sosok ramah yang blak-blakan. Keduanya bertemu saat mengenyam pendidikan di Fakultas Ekonomi UPN Veteran. Menjelang ujung masa studi, pertemanannya antara Mas Bimo dan Atika semakin dekat hingga akhirnya mereka memutuskan menikah.
“Seingat saya dulu ndak pakai pacaran, berteman saja lama-lama jadi,” tutur dia.
Selepas menikah hubungan Mas Bimo dan Atika semakin mesra. Terlebih mereka dikaruniai dua orang anak lelaki, Bendoro Raden Mas Haryo (BRMH) Suryo Sri Bimantoro dan BRMH Bhismo Srenggoro Kuntonugroho.
Atika menilai Mas Bimo sebagai sosok ayah yang hangat dan mampu membina keluarga dan anak-anaknya. Meskipun begitu sisa keisengan semasa muda masih dipertahankan.
Salah satu yang masih membuatnya tertawa adalah kala mengingat tingkah sang calon Adipati yang disebutnya cukup jago masak itu. Suatu ketika Mas Bimo sempat menjanjikan untuk memasak untuk sarapan sementara Atika cukup istirahat saja.
Tentu saja tawaran itu ditanggapinya dengan senang hati sembari menunggu kejutan dari sang suami. Namun saat pagi tiba rencana itu batal lantaran Mas Bimo malah kembali ketiduran.
“Lha kok malah tidur, akhirnya ya ndak jadi masak,” kenangnya seraya terkekeh.
Kelucuan-kelucuan yang mewarnai kehidupan Mas Bimo dan Atika agaknya menurun. Seperti kedua orangtuanya yang hobi melontarkan celetukan menggelitik, Suryo dan Bhismo juga ketularan hobi melontarkan komentar kocak.
“Mereka kayanya cocok kalau standup comedy. Ngelawak terus tapi wajahnya tetap kalem, persis bapaknya,” imbuh sang calon permaisuri yang masih sering bolak-balik Jogja-Semarang sekeluarga untuk menengok Ibundanya di kampung halaman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPPTKG belum merekomendasikan pembukaan pendakian Gunung Merapi karena ancaman awan panas, erupsi, dan lontaran material masih tinggi.
Iran mengklaim menyerang pusat data Amazon di Bahrain sebagai balasan atas serangan AS ke Darkhovin. Ketegangan kedua negara kembali meningkat.
Psikolog UI mengingatkan perubahan perilaku anak dapat menjadi tanda ancaman digital. Orang tua perlu peka dan membangun komunikasi yang aman.
PAD wisata Gunungkidul melampaui target pada semester I 2026. Pemda fokus membenahi retribusi, akses jalan, dan pelayanan wisata.
Sebanyak 195.000 pekerja di Sleman terlindungi BPJS Ketenagakerjaan hingga Juni 2026. Pemkab masih mengejar tambahan 14.000 peserta.
Presiden Prabowo segera menetapkan Jampidsus definitif setelah usulan nama calon pejabat memasuki tahap akhir pembahasan di TPA.