PEMULANGAN ANGGOTA GAFATAR : Rehabilitasi Sosial Eks Gafatar Butuh Peran Aktif Masyarakat

02 Februari 2016 10:54 WIB Rima Sekarani Kulonprogo Share :

Pemulangan anggota Gafatar butuh peran aktif masyarakat untuk rehabilitasi sosial

Harianjogja.com, KULONPROGO- Pemkab Kulonprogo akan lebih memaksimalkan peran masyarakat sekitar untuk mendukung upaya rehabilitasi sosial bagi keluarga Saropi, eks Gafatar yang telah dipulangkan ke Dusun Wareng, Desa Donomulyo, Kecamatan Nanggulan, Kulonprogo, Sabtu (30/1/2016) lalu.

Diharapkan, tidak ada diskriminasi sehingga keluarga eks gafatar yang terdiri dari empat orang tersebut bisa membangun kehidupan yang normal dan lebih baik.

Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kulonprogo, Tri Wahydi mengatakan, upaya pembinaan mental dan keagamaan akan melibatkan peran penyuluh agama dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kulonprogo.

“Masyarakat kami minta untuk melibatkan mereka dalam kegiatan majlis taklim di sana dengan pantauan dari Kemenag,” ungkap Tri, Senin (1/2/2016).

Tri menjelaskan, tidak ada alokasi anggaran khusus untuk penanganan eks Gafatar. Selain korban yang sementara ini hanya berjumlah empat orang, Pemkab Kulonprogo merasa tidak perlu menyiapkan tempat penampungan sementara karena pihak keluarga yang bersangkutan bersedia membuka pintu rumahnya untuk tinggal bersama.

Istri Saropi, yaitu Sutijem, juga diketahui memilili tanah warisan di wilayah Nanggulan sehingga bisa digarap untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Tri lalu mengungkapkan, dia menerima informasi mengenai masih adanya warga eks Gafatar yang akan tiba di DIY dalam waktu dekat. Namun, dia belum mendapatkan kepastian apakah ada lagi warga Kulonprogo yang terlibat.

“Sudah ada beberapa pihak yang siap ikut memberdayakan agar tidak terlantar tapi apa yang akan ditawarkan masih kami inventarisasi,” tambahnya kemudian.