HOTEL DI JOGJA : MICE Turun, Hunian Kamar Hotel di Jogja Ikut Turun

Ilustrasi kamar Hotel Aziza Solo (aziza.horison/group.com)
03 Februari 2016 13:54 WIB Bernadheta Dian Saraswati Jogja Share :

Hotel di Jogja mengalami penurunan hunian, salah satu penyebabnya adalah berkurangnya kegiatan Meeting, Incentive, Converence, and Exhibition (MICE)

Harianjogja.com, JOGJA-Tingkat Penghunian Kamar (TPK) untuk hotel bintang empat pada bulan Desember 2015 mengalami penurunan. Salah satu penyebabnya adalah pemerintah belum banyak melakukan kegiatan Meeting, Incentive, Converence, and Exhibition (MICE) di lingkungan hotel pada masa akhir tahun seperti itu.

Kepala Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Istijab Danunegoro mengatakan, seperti pada tahun-tahun sebelumnya, pada momen akhir tahun biasanya pemerintah mulai menghentikan kegiatan MICE.

“Biasanya menjelang akhir tahun, kegitan MICE dari kementerian berkurang. Kalau November full. Nanti sampai April itu akan sepi,” jelasnya saat ditemui usai mengikuti press release BPS DIY, Senin (1/2/2016).

Dalam menyelenggarakan pertemuan seperti ini, pemerintah maupun banyak menggunakan gedung pertemuan di hotel bintang empat. Istijab menyebut kontribusi hotel bintang empat hampir mencapai 40% dari total pendapatan di sektor perhotelan. Akibatnya ketika memasuki liburan akhir tahun, turunnya penggunaan ruangan untuk MICE secara langsung memicu turunnya pendapatan.

Biasanya, kegiatan ini [pertemuan] akan dimulai bulan Mei sampai November akhir atau Desember awal. “Desember minggu kedua sudah habis karena libur. Sampai April belum MICE,” tutur Istijab.

Dan selama low season hingga April nanti, PHRI telah merancang program Jogja Heboh untuk meningkatkan kunjungan wisata. Paket heboh dengan harga miring ini menawarkan paket wisata mulai dari transportasi, maskapai, kuliner, dan tak lupa wisata ke beberapa objek wisata menarik di Jogja.

“Tarif hotel paling tidak diskon 50%. Kalau tour dari pihak trasport yang penting sekedar nutup ongkos bensin,” jelasnya. Cara ini diharapkan mampu meningkatkan TPK hotel baik bintang maupun nonbintang yang tergabung dalam kegiatan ini.

Berdasarkan data Badan Pusta Statistik (BPS) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang di DIY pada Desember 2015 secara rata-rata sebesar 67,11%. Besaran ini secara keseluruhan mengalami kenaikan 4,89 poin dibandingkan bulan sebelumnya yang menunjuk pada besaran 62,22%.

Kenaikan TPK hampir terjadi pada semua hotel bintang kecuali hotel bintang empat. Hotel bintang empat justru mengalami penurunan sebesar 0,42 poin. Dibandingkan November, Kenaikan TPK dialami hotel bintang tiga sebesar 13,16 poin dan mencapai TPK 72,08%. Sementara TPK terendah daialami hotel bintang satu dengan TPK 34,85%. Secara keseluruhan, dibandingkan kondisi 2014, TPK hotel bintang mengalami kenaikan 1,89 poin.