UN 2016 : Dua Kurikulum Diberlakukan, Siswa Bingung

Petugas menata kardus-kardus berisi naskah Ujian Nasional Sekolah Dasar (UN SD) sebelum dimasukkan ke gudang penyimpanan sementara di Mapolres Tulungagung, Jawa Timur, Selasa (12/5/2015). UN SD yang secara nasional bakal digelar serentak Senin (18/5/2015) hingga Rabu (20/5/2015) pekan depan, di daerah tersebut akan diikuti 17.001 siswa di 763 SD dan madrasah ibtidaiyah. (JIBI/Solopos/Antara - Destyan Sujarwoko)
04 Februari 2016 22:22 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

UN 2016 mengakibatkan siswa merasa tak tenang.

Harianjogja.com, SLEMAN- Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun ini menerapkan dua kurikulum sekaligus, kurikulum 13 (K13) dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006.

Kebijakan tersebut rupanya berdampak pada kebingungan bagi siswa, baik kelas IX maupun XII yang tahun ini akan mengikuti ujian.

"Iya, khawatir dan juga bingung," kata Pratiwi, salah satu pelajar kelas IX SMPN 3 Kalasan, Kamis (4/2/2016).

Dia menjelaskan, meski diberikan penjelasan jika materi UN bersifat irisan, perasaan bingung dan khawatir tetap dirasakan. Begitu juga dengan teman-temannya.

"Bagaimana kalau nanti ternyata (bobot) soalnya beda? Sebab, materi yang dipelajari baik yang K13 maupun KTPS berbeda," katanya.

Hal senada disampaikan Putra, pelajar kelas IX B SMPN 2 Depok. Meski mengaku bobot materi yang dipelajari dan diterima siswa sehari-hari berbeda. Di SMPN 2 Depok, katanya, siswa menerima KTPS 2006 dan K13 meski hanya satu semester.

"Kami hanya berharap bobot soal UN, baik KTPS 2006 maupun K13 tidak berbeda jauh," harapnya.