Charity Games 2016,Tradisikan Laga Amal

Jumpa pers Charity Games yang digelar di Sahid Rich Hotel, Jogja. (Arief Junianto/JIBI - Harian Jogja)
07 Februari 2016 18:20 WIB Arief Junianto Sleman Share :

Charity Games digelar di dua tempat.

Harianjogja.com, SLEMAN-Bukan sekadar laga amal. Itulah pesan yang sepertinya ingin disampaikan oleh penggagas Charity Games 2016, Gilbol Indonesia. Sukses menggelar laga pertamanya di Stadion Manahan Solo, mereka kembali menggelar laga amal itu di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (6/2/2016) malam.

Memang, lebih dari sekadar laga amal, pihak Gilbol Indonesia mengajak semua pecinta sepakbola, mulai dari pelatih, pemain, manajemen, hingga penonton bisa meluangkan waktunya sejenak untuk turut andil dalam kegiatan sosial tersebut. Seperti yang dikatakan Penasehat Gilbol Indonesia Ari Sudarsono, sebuah charity games bisa menjadi bukti bahwa sepakbola merupakan solusi atas segala persoalan kemanusiaan.

“Salah satunya adalah Charity Games 2016 ini,” katanya dalam jumpa pers yang digelar di Sahid Rich Hotel, Jumat (5/2/2016) siang.

Pria yang juga seorang pengamat olahraga tanah air itu mengatakan, charity games saat ini tengah membudaya di dunia sepakbola internasional. Ia mencontohkan, di sejumlah negara maju seperti Inggris dan Amerika, laga amal menjadi sebuah event yang selalu ditunggu oleh publik pecinta sepakbola. Bagi para insan profesional sepakbola, pertandingan amal adalah sebuah momentum terpenting dalam perjalanan karir sepakbola mereka.

Oleh karena itulah, Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah pecinta sepakbola terbanyak di dunia, sudah seharusnya mulai menjadikan charity games ini sebagai tradisi dalam olahraga sepakbola.

Dengan begitu, laga amal tak lagi dipandang sebagai sebuah laga non formal dimana  pemain dan pelatih melakoninya dengan setengah hati. Laga amal, imbuh Ari, dengan adanya sorotan mata publik pecinta sepakbola, pemain dan pelatih yang terlibat dalam laga amal pun akan melakoninya dengan sungguh-sungguh.

Hal itu dibenarkan pula oleh salah satu pelatih yang ditunjuk sebagai Pelatih Tim Garuda Merah, Daniel Roekito. Eks suksesor PSS Sleman musim 2003-2005 itu mengakui, titik puncak seorang pelaku sepakbola ternyata memang bukan hanya sukses membawa timnya juara. Menurutnya, dengan terlibat langsung dalam laga amal adalah salah satu titik puncak lainnya.

“Itulah sebabnya, kesempatan ini jelas sangat luar biasa membanggakan buat saya,” katanya.

Begitu pula saat menukangi Tim Garuda Merah di ajang Charity Games 2016 ini, ia pun berusaha semaksimal mungkin untuk memanfaatkan pemain yang ada guna menampilkan permainan yang cantik di lapangan. Meski tak berorientasi pada skor kemenangan, ia tetap menuntut para pemainnya untuk tampil total di atas lapangan.

“Tentu saja jangan sampai cedera,” katanya.

Sementara terkait dengan laga yang akan digelar di Sleman kali ini, pihaknya mengatakan peluang para pemain lokal dari PSS Sleman untuk tampil sangat terbuka lebar. Hal ini menyusul absennya sejumlah pemain yang sebelumnya telah tampil di laga pertama lalu.

Pelatih kelahiran Rembang ini mengatakan, setidaknya ada  lima orang pemainnya yang bakal absen lantaran harus kembali ke klubnya masing-masing. “Sebagai penggantinya, saya akan berdayakan para pemain PSS Sleman,” katanya.

Seperti diberitakan, Charity Games 2016 adalah laga amal yang sengaja digelar sebagai ajang penggalangan dana untuk membantu para insan sepakbola yang saat ini tengah bergulat dengan penyakit dan cederanya. Laga yang melibatkan 38 pemain itu akan mempertandingan dua tim bernama Garuda Merah dan Garuda Putih. Di laga pertamanya yang digelar di Stadion Manahan, Senin (4/2/2016) lalu, Tim Garuda Putih berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 2-1

Setidaknya ada beberapa pemain yang masuk dalam daftar penerima bantuan, yakni Alfin Tuassalamony, Abdur Rahman Lestaluhu, dan M Nasuha. Selain itu, sosok legenda sepakbola tanah air Sofyan Hadi yang saat ini tengah menderita penyakit kanker tulang pun mendapat perhatian serupa.

Alfin Tuassalamony yang tak mendapatkan perhatian dari klubnya, Persija Jakarta saat ia mengalami kecelakaan hingga tulang kaki kirinya patah mengaku terharu dengan digelarnya Charity Games 2016. Diakuinya, penggalangan dana yang dilakoni kawan-kawannya itu sangat memotivasi dirinya untuk segera kembali ke lapangan hijau.

“Terima kasih untuk semuanya. Ini sangat berarti bagi saya. Saya sudah sangat rindu untuk kembali bermain bola,” ucap mantan pemain Timnas Indonesia U-23 itu.