BPJS KESEHATAN : Ahli Waris Harus Proaktif Lapor

Pasien rawat jalan mengantre untuk menggunakan fasilitas jaminan kesehatan besutan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di ruang tunggu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Moewardi, Jebres, Solo, Kamis (2/1/2013). Selain peserta pengalihan dari Askes, Jamkesmas, TNI/PoIri dan Jamsostek, masyarakat dapat mendaftar menjadi peserta BPJS Kesehatan yang beroperasi pada 1 Januari 2014. (Maulana Surya/JIBI - Solopos)
10 Februari 2016 21:22 WIB Bernadheta Dian Saraswati Jogja Share :

BPJS Kesehatan mengimbau warga lebih aktif.

Harianjogja.com, JOGJA-Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meminta ahli waris peserta BPJS untuk proaktif melaporkan kondisi terakhir keluarga. Ahli waris diminta melaporkan jika saudaranya meninggal dunia.

Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang (KC) DIY Upik Handayani mengatakan, selama ini untuk mengingatkan peserta yang menunggak pembayaran iuran dilakukan dengan mengirimkan SMS Blast kepada peserta.

"Balasnya [SMS] macam-macam. Ada yang lupa, ada pula yang ternyata sudah meninggal tapi tidak dilaporkan. Maka kami meminta ahli warisnya untuk lapor kalau saudaranya [pemegang kartu BPJS Kesehatan] ini meninggal," ungkapnya saat Harianjogja.com berkunjung ke kentornya, Rabu (10/2/2016).

Jika ahli waris bersedia melapor, BPJS Kesehatan akan segera menutup akses jaminan pada peserta yang bersangkutan. Termasuk juga menutup tagihan iuran yang harus dibayar setiap bulannya.