NARKOBA SLEMAN : DIY Jadi Sasaran Bandar Narkoba

DirNarkoba Polda DIY Kombes Pol Andi Fairan (duduk dua kanan) dan Wadirnarkoba Polda DIY AKBP J Permadi Wibowo (duduk kanan) serta tiga tersangka dengan inisial T(31),F (25),A (23) dengan barang bukti ganja diperlihatkan ketika ungkap kasus narkoba di Mapolda DIY, Jl. Ring road Utara, Depok, Sleman, (12/2/2016). Sebanyak 50 kilogram ganja yang di duga berasal dari Aceh berhasil di amankan dari ketiga tersangka tersebut. (Gigih M. Hanafi/JIBI - Harian Jogja)
12 Februari 2016 21:55 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Narkoba Sleman yang terungkap menggambarkan masifnya gerakan pengedar

Harianjogja.com, SLEMAN– Kepolisian Daerah (Polda) DIY mensinyalir DIY telah menjadi incaran bandar Narkoba. Dugaan tersebut dibuktikan dengan pengungkapan pengiriman paket ganja kering seberat 50 kilogram (kg), Kamis (11/2/2016) lalu. Pengungkapan tersebut diklaim terbesar yang diungkap Polda.

Kasus tersebut terungkap setelah jajaran reserse Narkoba Polda DIY memonitor sebuah kiriman paket souvenir dari Aceh yang berisi 50 kg ganja kering. Paket tersebut dikirim menggunakan jasa pengiriman barang.

“Paket ganja kering itu rencananya akan diedarkan di wilayah DIY dan Jawa Tengah. Ini menunjukkan Bandar besar sudah masuk ke DIY,” kata Direktur Reserse Narkoba Polda DIY Polda DIY Kombes Pol Andi Fairan saat jumpa pers, Jumat (12/2/2016).

Andi menjelaskan, saat penggerebekan dilakukan, polisi mengamankan tiga orang masing-masing Bramatyo yang selanjutnya disingkat (T),31, asal Jakarta dan dua orang mahasiswa dari perguruan tinggi swasta (PTS) di Jogja masing-masing Fajri Rizki Pramono (R),25, dan Ayen (A),23, keduanya asal Bangka. Ketiganya oleh kepolisian dijadikan tersangka.

“Kasus ini akan terus kami kembangkan. Sebab, berdasarkan keterangan dari ketiga tersangka, bandar besarnya berasal dari Jawa Tengah,” tandasnya.