KULINER JOGJA : Steak Asal Jogja Bersiap Go International

Food truck Waroeng Group Truck Steak ketika diluncurkan di Lapangan Paseban, Bantul, Sabtu (6/2/2016). (Kusnul Isti Qomah/JIBI - Harian Jogja)
16 Februari 2016 12:55 WIB Bhekti Suryani Jogja Share :

Kuliner Jogja, steak, akan menembus pasar internasional

Harianjogja.com,JOGJA- Kuliner Steak and Shake dari manajemen Waroeng Group bakal menembus pasar internasional.

Bisnis kuliner yang memiliki 83 outlet di berbagai daerah di tanah air itu menargetkan menembus pasar dunia mulai tahun depan. "Untuk waktu dekat masih di kawasan Asia Tenggara," terang Direktur Operasional Manajemen Waroeng Group Wahyu Nugroho Wijaya seusai berbincang dalam acara Talkshow The Captain di studio radio Star Jogja FM, Senin (15/2/2016) malam.

Saat ini, manajemen tengah mempersiapkan diri sebelum memasarkan produk steak asal Jogja itu ke luar negeri. "Kami tidak mau termakan eforia bisa buka di luar negeri yang penting kami mempersiapkan segala keperluannya dulu," papar dia.

Sejumlah negara antara lain Malaysia merupakan salah satu pasar yang dianggap prospektif untuk bisnis ini. Di beberapa negara Asia seperti Malaysia dianggap relevan dengan bisnis Waroeng Group yang menonjolkan jargon halal.

Waroeng Group berdiri pada 4 September 2000. Outlet pertamanya terletak di bilangan Demangan, Jogja. Kini perusahaan yang memiliki tenaga kerja sebanyak 1.600 orang itu memiliki beragam produk dengan beragam merk.

Selain mengandalkan produk sendiri yaitu brand Steak and Shake, manajemen juga membeli sejumlah brand ternama seperti kuliner Bebek Haji Slamet dan Ayam Bakar Mas Mono. "Kini di Jogja ada 18 outlet. Paling banyak outletnya di Jogja dan Jakarta," kata mantan musisi yang bisnisnya merambah hingga ke Sumatra itu.