Ditlantas Polda DIY: Pengemudi Taksi Jangan Main Hakim Sendiri
Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta meminta tidak ada aksi main hakim sendiri antara pengemudi taksi konvensional dan taksi berbasis aplikasi
Sejumlah petani mengolah hasil panen padi di Bulak Ndolog, Desa Bugel, Kecamatan Panjatan, Kulonprogo, Kamis (31/12/2015).(Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja)
Produksi pertanian DIY sebaiknya diprioritaskan untuk dijual di pasar lokal
Harianjogja.com, JOGJA- Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah Daerah Istimewa Yogyakarta berharap para petani sayur mayur memprioritaskan pendistribusian hasil pertanin untuk kebutuhan pasar lokal.
"Kami berharap bisa memprioritaskan hasil pertanian untuk kebutuhan pasar DIY dulu, sebelum dipasok untuk luar daerah," kata Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Uaha Mikro Kecil Menengah (Disperindagkop UMKM) DIY Eko Witoyo, Selasa (16/2/2016).
Menurut Eko, sesuai pemantauan Disperindagkop DIY, hingga saat ini stok hasil panen seperti aneka cabai sebagian besar justru didistribusikan oleh para petani ke luar DIY, seperti Jakarta dan berbagai daerah di luar Jawa. Hal itu, menurut dia, disebabkan harga jual hasil pertanian yang bisa lebih tinggi jika dijual kepada para tengkulak di luar daerah.
"Kami belum bisa berbuat apa-apa karena memang perdagangan komoditas itu diserahkan kepada mekanisme pasar," kata dia, seperti dikutip dari Antara.
Menurut Eko, pola pendistribusian hasil pertanian yang lebih mengutamakan pasar luar daerah justru lebih mampu mempengaruhi kenaikan harga bahan pokok, dibandingkan gejolak harga komponen lainnya.
Sebab, dengan pola pendistribusian tersebut, menurut dia, kelangkaan stok kebutuhan pokok di tingkat pedagang di DIY dapat terjadi setiap saat.
"Dibandingkan persoalan gejolak harga bahan bakar minyak (BBM), persoalan persediaan justru lebih mempengaruhi naik turunnya harga kebutuhan pokok," kata dia.
Eko mensinyalir tren kenaikan harga cabai merah besar di lima kabupaten sejak awal Januari 2016, selain dipicu pengaruh cuaca, antara lain juga disebabkan pola pendistribusian hasil pertanian yang lebih banyak keluar DIY.
Menurut Eko, meski harga kebutuhan pokok secara umum relatif stabil, cabai merah besar cenderung mengalami lonjakan yang signifikan jika dibandingkan Desember 2015. cabai merah besar harganya mengalami kenaikan dari Rp25.000 per kg pada Desember 2015, kini menjadi Rp29.000 per kg.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta meminta tidak ada aksi main hakim sendiri antara pengemudi taksi konvensional dan taksi berbasis aplikasi
Polisi ungkap penyebab kecelakaan KRL di Bekasi. Sopir taksi dinilai lalai, 16 orang tewas.
Buruh harian di Sleman nekat mencuri TV dan water heater dari kos. Pelaku kabur usai tak bayar sewa.
Banjir di Sintang Kalimantan Barat putuskan 13 jembatan gantung. Ribuan warga terdampak, distribusi bantuan terkendala.
PSIM Jogja incar 10 besar Super League. Laga penentuan lawan Arema FC jadi kunci di pekan terakhir.
Mahkamah Agung tolak PK kasus korupsi selter tsunami Lombok. Vonis 6 tahun penjara tetap berlaku.