PENERIMAAN ANGGOTA POLRI : Sosialisasi di Gunungkidul, Polda DIY Pamer Robot

Simulasi Penanganan aksi terorisme dan penjinakan bom yang dilakukan oleh tim Gegana Polda DIY di depan Alun-Alun Wonosari, Gunungkidul, di penghujung acara Sosialisasi penerimaan anggota polri tahun angkatan 2016, Jumat (19/2/2016). (Mayang Nova Lestari/JIBI - Harian Jogja)
20 Februari 2016 15:21 WIB Gunungkidul Share :

Penerimaan anggota Polri di DIY disosialisasikan di Gunungkidul melalui sejumlah kegiatan

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-- Biro SDM Polda DIY menghelat road show sosialisasi penerimaan anggota POLRI angkatan 2016 di Alun-alun kota Wonosari, Gunungkidul.

Acara yang berlangsung sejak pukul 13.00 WIB tersebut dimeriahkan dengan aksi panggung hiburan, konvoi kendaraan polisi, sekaligus simulasi penanggulangan terorisme dan penjinakan bom oleh tim Gegana Brimob Polda DIY. Ratusan pelajar dari berbagai sekolah di Wonosari memadati area yang telah dilakukan penutupan jalan sebelumnya tersebut.

SDM Polda DIY, Komisaris Polisi Hario Duto P menyampaikan bahwa sasaran utama dalam sosialisai penerimaan anggota polisi tersebut ialah pelajar. Pihaknya giat bekerjasama dengan Polres Gunungkidul untuk menyampaikan bagaimana cara menjadi anggota polisi.

"Untuk menarik minat masyarakat khususnya anak-anak usia sekolah agar timbul keinginan untuk mengabdi menjadi anggota polisi," katanya, Jumat (19/2/2016).

Menurutnya, animo masyarakat khususnya di DIY sendiri untuk menjadi anggota polri sudah tinggi. Ia mengatakan roadshow digelar di dua tempat, yakni Kabupaten Gunungkidul dan Kabupaten Kulonprogo.

"Kedua tempat tersebut animo masyarakat untuk mendaftar anggota polisi masih di bawah rata-rata. Dibandingkan Kabupaten Bantul, Kota Jogja, dan Kabupaten Sleman," lanjutnya.

Selain sosialisasi penerimaan anggota polisi, dalam road show tersebut juga dilakukan simulasi penanganan aksi terorisme. Dalam simulasi tersebut, penyelenggara memamerkan beberapa perangkat kerja yang digunakan untuk menjinakkan bom. Alat tersebut berupa robot yang digerakkan oleh remote control dengan radius kurang lebih 100 meter.

Berdasarkan pantauan Harian Jogja, ratusan warga memadati titik nol Wonosari serta antusias dalam menyaksikan aksi panggung hiburan serta simulasi penangkapan terorisme tersebut.