TIPS MENDIDIK ANAK : Anak Ikut Kompetisi, Jangan Dituntut Untuk Menang

JIBI/Solopos/Ardiansyah Indra KumalaSeorang anak berlari saat mengikuti lomba lari bendera di Taman Balekambang, Solo, Rabu (26 - 2). Kegiatan yang diikuti sejumlah TK se/Soloraya tersebut untuk memacu siswa agar berprestasi.
28 Februari 2016 22:19 WIB Uli Febriarni Jogja Share :

Tips mendidik anak dari Psikolog Anak Universitas Gadjah Mada Sutarimah Ampuni menyebutkan bahwa mengikutkan anak dalam kompetisi atau ajang pencarian bakat, jangan bertujuan untuk menjadikan anak sebagai seorang pemenang

Harianjogja.com, JOGJA-Ketika seorang anak diikutkan dalam sebuah kompetisi atau ajang pencarian bakat, sebaiknya anak tersebut tidak dipaksakan oleh orang tua, untuk harus meraih kemenangan.

Seperti dikemukakan oleh Psikolog Anak Universitas Gadjah Mada Sutarimah Ampuni bahwa, mengikutkan anak dalam kompetisi atau ajang pencarian bakat, jangan bertujuan untuk menjadikan anak sebagai seorang pemenang. Melainkan untuk memberikan kesempatan bagi mereka berkembang secara optimal.

Ketika ditanya apakah langkah itu diperlukan, ia memilih menjawab bahwa hal tersebut hanyalah 'additional' [kebutuhan tambahan].

"Sebetulnya tidak harus diikuti," ungkapnya kepada Harian Jogja, Sabtu (27/2/2016).

Namun sebelum mengikutkan mereka ke dalam kompetisi, orang tua perlu memahami terlebih dahulu kondisi anak. Mengikutkan anak pada sebuah kompetisi tidak menjadi masalah apabila anak tersebut memiliki kemampuan istimewa. Meski demikian lagi-lagi orang tua tidak perlu membebani anak dengan keharusan memenangkan kompetisi tersebut.

"Sebelum ikut perhatikan juga apakah itu memang keinginan dari si anak, jangan sampai itu hanya keinginan orang tua," jelasnya.

Tak kalah penting dalam masa tumbuh kembang, seorang anak juga perlu memahami apa yang ia lakukan. Dalam mengikuti kompetisi, biarkan anak memahami, kompetisi apa yang ia ikuti, apakah itu sesuai minat yang ia miliki.

Ia menambahkan, setiap anak perlu mendapatkan praktek teknik didik yang menyesuaikan dengan masa tumbuh kembangnya. Memang, mereka diperbolehkan untuk menguasai sesuatu hal satu tingkat di atas mereka, namun jangan memaksakan mereka untuk menguasai beberapa tingkat di atas kemampuan mereka.

"Nanti anak bisa frustasi," ucapnya.

Disinggung soal menang dan kalah, orang tua yang mengikutkan anak mereka ke dalam ajang pencarian bakat perlu memahami betul bahwa, setiap anak memiliki dunia yang berbeda dengan orang dewasa.

Ketika seorang anak menang ajang pencarian bakat, tentu ia akan dikenal dan akan banyak menjadi kejaran media. Selain itu mereka akan memiliki jadwal kegiatan yang lebih padat dibanding sebelum mereka ikut kompetisi itu.

"Hal ini bukan kondisi ideal untuk seorang anak, ada anak yang bisa menjalaninya, ada yang tidak. Tetap berikan anak ruang untuk mereka menjalani dunianya sendiri [dunia anak-anak]," jelasnya.