Balita Obesitas Bisa Picu Penyakit saat Dewasa

28 Februari 2016 21:20 WIB Sekar Langit Nariswari Kulonprogo Share :

Balita obesitas harus diwaspadai

Harianjogja.com, KULONPROGO- Meski belum memasuki angka mengkhawatirkan, obesitas di kalangan anak bawah lima tahun (balita) harus diwaspadai. Pasalnya, dikhawatirkan hal ini akan menyebabkan penyakit bagi si anak di masa mendatang, salah satunya diabetes melitus.

Andri Susilaningdyah, Kepala Seksi Gizi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulonprogo menyatakan bahwa angka obesitas balita di Kulonprogo masih berada di bawah 5%. Meski masih di batas aman, ia menjelaskan bahwa masih terus dilakukan berbagai program untuk menekan angka ini.

Pasalnya, ia menyatakan bahwa obesitas pada balita dikhawatirkan akan mempengaruhi kesehatan si anak di masa mendatang, khususnya penyakit tidak menular. “Bisa saja diabetes melitus, jantung, darah tinggi, dll,” ujarnya, Minggu (28/2/2016).

Terlebih lagi, usia balita merupakan masa keemasan di mana tumbuh kembang anak berpengaruh di kehidupannya mendatang.

Andri menguraikan bahwa umumnya obesitas pada balita dikarenakan pola makan tak seimbang dibandingkan pengaruh genetik. Kebanyakan orang tua dengan balita yang pilih-pilih makanan lebih memilih memberikan susu sebagai pengganti makanan. Padahal, susu bersifat untuk melengkapi asupan makanan bukan untuk menggantikan.

Ia menyatakan bahwa sampai saat ini masyarakat umum masih memiliki pola konsumsi sayur dan buah yang rendah. Hal inilah yang kemudian ditularkan oleh orang tua kepada si anak. Selain itu, banyaknya jenis makanan manis dan junk food yang dikonsumsi oleh balita juga menjadi faktor pemicu obesitas.

Ia juga memaparkan bahwa pola hidup modern berpengaruh terhadap obesitas pada balita. Hal yang dimaksud adalah minimnya aktivitas fisik pada si balita sehingga asupan makanan yang masuk tidak diproses. “Sekarang kan anak jarang main ke luar, lebih banyak yang main game di rumah,”kata Andri.

Andri menjelaskan bahwa selama ini pemantauan yang dilakukan oleh Dinkes Kulonprogo dilakukan melalui puskesmas-puskemas. Sedangkan untuk pendidikan akan pola makan dan aktivitas balita disosialisasikan oleh petugas di lapangan.

Berdasarkan data dari Dinkes Kulonprogo, tingkat obesitas pada tahun 2015 di Kulonprogo berkisar 4,54% dari 20.791 balita. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 4,95%.