PENANGANAN SARKEM : Ini Alasan-alasan Kuat Berlakukan Penutupan

Selasa, 15 Maret 2016 08:55 WIB
PENANGANAN SARKEM : Ini Alasan-alasan Kuat Berlakukan Penutupan

Suasana pengajian di Balai RT 16, RW 03 Kampung Sosrowijayan Kulon, Kelurahan Sosromenduran, Kecamatan Gedongtengen, Jumat (4/3/2016) malam. (Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja)

Penanganan Sarkem diharapkan tak gegabah.

Harianjogja.com, JOGJA-Kepala Puskesmas Gedongtengen, Tri Kusumo Bawono, dokter yang sudah lama membantu di puskesmas langganan Pramuria itu menambahkan penutupan Pasar Kembang (Sarkem) dapat dilakukan tak hanya karena terjadinya penyebaran penyakit seksual maupun HIV/AIDS. keberadaan narkoba di Sarkem pun bisa menjadi alasan yang kuat bagi pemerintah untuk melakukan penutupan.

“Kita jaga bersama, jangan sampai ada narkoba. Kalau sampai ada yowis tutup wae,” kata Tri, dalam pertemuan para pengelola losmen dan pramuria dengan pemerintah kota Jogja dan DPRD DIY di Balai RW 3 Sosrowijayan Kulon Senin (14/3/2016).

(Baca Juga : http://www.harianjogja.com/baca/2016/03/14/penanganan-sarkem-warga-sebut-pemerintah-jangan-gegabah-menutup-ini-alasannya-700713">PENANGANAN SARKEM : Warga Sebut Pemerintah Jangan Gegabah Menutup, Ini Alasannya)

Kepastian tak akan ditutupnya Sarkem dalam waktu dekat juga disampaikan Lurah Sosromenduran,  Bambang Eko Wibowo mengatakan sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan arahan apapun terkait penutupan Sarkem. Pihaknya bahkan belum mendapatkan koordinasi dan info apapun dari Pemda terkait isu itu.

“Sampai sekarang belum ada informasi apapun soal itu. Kami bahkan belum diajak berkoordinasi sehingga Sarkem tidak akan ditutup dalam waktu dekat,” ungkap dia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online