Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Willy Pramudya, anggota Majelis Etik Aliansi Jurnalis Indonesia menyerahkan kenang-kenangan dalam kunjungan ke redaksi Harian Jogja, Rabu (23/3/2016). (Nina Atmasari/JIBI/Harian Jogja)
Terorisme menjadi isu menarik untuk media, peliputannya membutuhkan kecermatan
Harianjogja.com, JOGJA -- Isu seputar terorisme bukanlah isu kriminal biasa. Di dalamnya ada banyak kepentingan dalam peristiwa terorisme sehingga wartawan pun harus berhati-hati dan cermat dalam memberitakannya.
Anggota Dewan Etik Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, Willy Pramudya dalm kegiatan Diseminasi Pedoman Peliputan Terorisme di gedung PWI DIY Kamis (24/3/2016) mengatakan meskipun krusial nyatanya masih banyak waryawan yang belum memahami aturan dalam melakukan liputan terorisme. Beberapa tidak memperhatikan keselamatan diri dan masyarakat. Ada pula yang terjebak justru menyebarkan kebencian.
Wartawan Warta Kota itu mengatakan banyaknya ketidaktahuan tentang peliputan terorisme masih bisa dianggap wajar. Pasalnya jenis liputan ini baru saja berkembang. Bahkan penanganan kasus teror di dunia dengan pendekatan saintifik pun baru berkembang sejak era bom Bali II.
“Dasar jurnalisme terorisme, jurnalisme konflik pun masih relatif baru. Konsep ini baru dikenalkan setelah konflik Ambon, jadi wajar bila banyak wartawan yang belum memahami benar,” ungkap dia.
Meskipun demikian, Willy mengaku cukup senang karena meskipun belum populer, banyak wartawan yang memegang teguh pedoman kode etik jurnalistik dalam liputan terorisme. Dengan begitu etika wartawan masih dapat dipertanggungjawabkan.
“Dari 50-an peserta dalam diskusi ini kebanyakan belum memahami etika peliputan terorisme, tapi semua sudah memahami kode etik jurnalistik,” imbuh Willy dalam acara hasil kerjasama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) DIY dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) DIY itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
KPK mengawasi program Makan Bergizi Gratis agar bebas korupsi. Anggaran MBG 2026 mencapai Rp268 triliun dan jadi sorotan.
Kemeriahan Laki Code kemudian ditutup dengan special performance dari DJ Paws dan Los Pakualamos yang memukau dari panggung utama
UII mengecam penangkapan relawan dan jurnalis dalam misi Global Sumud Flotilla menuju Gaza, termasuk alumnus UII asal Indonesia.
Jadwal KA Bandara YIA menuju Stasiun Tugu Yogyakarta dan sebaliknya pada 20 Mei 2026, lengkap dari pagi hingga malam hari.
Lamine Yamal menargetkan rekor sebagai pemain Spanyol termuda yang mencetak hat-trick di Piala Dunia 2026 bersama La Roja.