Balita Kejang di Malam Hari, Pasien JKN Dapat Penanganan Cepat
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
Komisioner Bawaslu DIY saat menerima audiensi dari GAKY yang mempertanyakan Independensi anggota pansel pengawas pilkada. (Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja)
Pilkada Jogja akan digelar tahun depan, Gerakan Anti Korupsi Yogyakarta mempertanyakan kriteria pemilihan pansel
Harianjogja.com, JOGJA-Masyarakat dari Gerakan Anti Korupsi Yogyakarta (GAKY) mendatangi kantor Badan Pengawas Pemilu DIY di Jalan Nyi Ageng Nis, Senin (11/4/2016).
Mereka mempertanyakan kriteria pemilihan pansel karena di antara anggota pansel yang terpilih diragukan independensinya.
"Kami khawatir tidak akan obyektif dalam merekrut pengawas pilkada," kata salah satu aktivis GAKY, Tri Wahyu.
Pada 1 April lalu, Bawaslu telah memilih tiga orang sebagai pansel pengawas pilkada Kota Jogja dan Kabupaten Kulonprogo. Ketiganya adalah Dosen Fisipol Universitas Gadjah Mada (UGM) Mada Sukmajati, Dosen Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) Sri Hastuti Puspitasari, dan Octo Lampito dari unsur profesional.
Wahyu menilai salah satu dari pansel tersebut dipertanyakan independensinya karena dianggap telah mendukung salah satu calon bupati dalam pilkada di Bantul 9 Desember lalu melalui pemberitaan di media massa lokal Jogja.
Karena itu pihaknya meminta Bawaslu DIY mempertimbangkan kembali anggota pansel yang sudah dibentuk tersebut. Dalam kesempatan itu, GAKY menyerahkan surat keberatan terkait pansel pengawas pilkada disertai lampiran bukti-bukti keberatannya.
Ketua Bawaslu DIY, Muhammad Najib menyampaikan apresiasi atas kritikan atas kinerja Bawaslu sebagai bagian dari pengawasan Independensi kinerja pengawasan pilkada. Ia minta waktu untuk memutuskan permintaan pergantian anggota pansel pengawas pilkada, "Butuh proses untuk memutuskan," katanya.
Dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar rapat evaluasi dengan semua komisioner Bawaslu DIY, lalu menjawab tuntutan GAKY secara tertulis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 28 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Cek 12 jadwal perjalanan dan tarif tetap Rp8.000.
Kemkomdigi meminta publik melihat utuh pernyataan Presiden Prabowo soal "londo ireng" dan menegaskan tidak ditujukan kepada profesi atau kelompok tertentu.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 28 Juli 2026 tersedia dengan 15 perjalanan. Tarif tetap Rp8.000 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Megawati Soekarnoputri meresmikan Monumen Peristiwa Kudatuli di Kantor DPP PDIP dan mengajak generasi muda tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa.
Polres Bantul menyita 307 botol miras berbagai merek dari 14 lokasi dalam operasi KRYD untuk menekan peredaran minuman keras ilegal.