Advertisement

BANTUAN WARGA MISKIN : Selain PKH, Kemensos Akan Beri Bantuan untuk Difabel dan Lansia

Jum'at, 15 April 2016 - 11:20 WIB
Nina Atmasari
BANTUAN WARGA MISKIN : Selain PKH, Kemensos Akan Beri Bantuan untuk Difabel dan Lansia Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (tengah) memantau langsung proses pencairan dana Program Keluarga Harapan (PKH) di Kecamatan Ngasem, Kediri, Jawa Timur, Sabtu (28/11/2015). Menurut hasil survei Kementerian Keuangan, PKH merupakan satu-satunya program yang dapat memperkecil ketimpangan sosial yang pada semester pertama tahun 2016 mendatang terdapat penerima baru sejumlah 1,2 juta warga miskin. (JIBI/Solopos/Antara - Prasetia Fauzani)

Advertisement

Bantuan warga miskin di Gunungkidul akan diberikan untuk difabel dan lansia

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Tahun ini Kementerian Sosial RI menggulirkan Sebanyak Rp10,8 miliar Bantuan Sosial kepada masyarakat Gunungkidul yang disampaikan dalam Program Keluarga Harapan (PKH). Jumlah tersebut diberikan kepada masyarakat dengan 7% status sosial ekonomi terendah.

Advertisement

Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawansa mengatakan jumlah tersebut akan dinaikkan pada Juni mendatang menjadi 11% yang berarti bertambah 2,5 juta dari 3,5 juta penerima hari ini. Pihaknya saat ini sedang melakukan tahap penyisiran masyarakat yang berhak menerima bansos PKH.

"Saat ini saya memang mencoba menyisir secara maksimal masyarakat yang berhak, pastikan mereka akan tersisir," kata dia saat ditemui di Bangsal Sewoko Projo, Kamis (14/4/2016).

Bantuan Sosial yang diberikan selain dalam PKH, juga diberikan kepada Penyandang Disabilitas berat. Saat ini bantuan Disabilitas berat disampaikan pada 22.500 orang. Di DIY sejumlah 936 penerima bantuan, bantuan tersebut diuangkan dengan jumlah Rp300.000 per bulan dalam masa pencairan setiap empat bulan sekali.

Sama seperti PKH, bansos disabilitas berat akan bertambah pada Juni mendatang dari 22.500 orang menjadi 163.000 orang penerima.

Ia mengharapkan kepada masyarakat agar dapat menginformasikan kepada Dinas Sosial setempat apabila memiliki rekan ataupun sanak famili yang masuk dalam kategori penyandang disabilitas berat.

"Tolong dikomunikasikan ke Dinsos melalui kepala desa, supaya yang membutuhkan dapat menerima bansos," kata dia.

Menurutnya, hal tersebut sangat membutuhkan peran masyarakat untuk dapat membantu terkait dalam penampaian informasi, karena selama ini ditemukan kecendurungan bahwa penyandang disabilitas berat justru ditutupi.

Sehingga bansos yang semestinya dapat disalurkan untuk membantu penyandang disabilitas berat malah tidak tersampaikan karena tidak teregristrasi.

Selanjutnya, bansos juga diberikan yakni kepada Lansia 70 tahun keatas kurang mampu. Bansos dibagikan kepada 30 ribu penerima, pada Juni mendatang bertambah menjadi 125 ribu penerima.

Sedangkan untuk penerima DIY, bantuan diberikan kepada sebanyak 1.400 orang lansia dengan anggaran Rp3,3 miliar.

Ketiga program tersebut diharapkan dapat menyasar secara merata kepada target, yakni Keluarga sangat miskin yang menerima PKH, Penyandang disabilitas berat, dan Lansia kurang mampu diatas 70 tahun.

Pemerintah berusaha untuk menyisir secara maksimal masyarakat yang mbenar-benar membutuhkan bansos denganmemberikan tambahan yang cukup signifikan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Seorang Pembalap asal Jakarta Meninggal saat Latihan di Sirkuit Boyolali

News
| Minggu, 10 Desember 2023, 21:27 WIB

Advertisement

alt

Cari Tempat Seru untuk Berkemah? Ini Rekomendasi Spot Camping di Gunungkidul

Wisata
| Rabu, 06 Desember 2023, 20:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement