Menteri LH Ajak Muhammadiyah Pulihkan Lingkungan Lewat Tobat Ekologis
KLH menggandeng Muhammadiyah memperkuat gerakan tobat ekologis, mulai dari pengelolaan sampah, perubahan perilaku hingga pemulihan ekosistem.
Oknum PNS di Sleman ikut tertangkap di arena judi sabung ayam
Harianjogja.com, SLEMAN - Seorang pria yang berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) ikut tertangkap bersama tujuh orang lainnya dalam penggerebekan arena judi sabung ayam di dalam Pasar Setum, Dusun Diro, Sukoharjo, Ngaglik, Sleman, Senin (18/4/2016) petang.
Delapan orang dibawa ke Mapolsek Ngaglik untuk diperiksa, sayangnya tidak ditetapkan sebagai tersangka dengan alasan polisi masih kekurangan bukti material perjudian.
Oknum PNS itu diketahui berinisial BS, 41, warga Kamdanen, Sariharjo, Ngaglik. Dalam arena judi tersebut, ia tercatat sebagai pemilik ayam jago yang diduga dijadikan objek taruhan. Selain itu ada dua pria lansia yang ikut ditangkap, yaitu SH, 74, warga Kalisoro, Umbulmartani, Ngemplak dan PR, 75, warga Kledokan, Umbulmartani, Ngemplak.
Lima pelaku lain antara lain, SW, 55, warga Mlandangan, Minomartani, Ngaglik, SG, 45, warga Cokrokusuman Baru RT48/RW10 JT Kota Jogja, HW, 34, warga Tanjung, Umbulmartani, Ngempak, RD, 33, warga Ngleles, Condongcatur, Depok dan SW, 55, warga Mlandangan Minomartani Ngaglik.
Kapolsek Ngaglik Kompol Riyanto menjelaskan, delapan yang diamankan tersebut salahsatunya merupakan PNS yang berinisial BS. Diketahui merupakan pemilik ayam yang diduga akan dijadikan sebagai judi sabung.
Meski demikian, ia tak menjelaskan detail asal oknum PNS tersebut. Selain oknum tersebut, pemilik ayam yang juga ikut ditangkap adalah HW. Tetapi delapan pelaku itu tidak ditahan dan tidak ditetapkan sebagai tersangka.
Alasannya, karena bukti material yang didapatkan polisi saat di TKP masih kurang. Tetapi ia meyakini bahwa mereka tengah akan menjalankan aktifitas perjudian di arena tersebut.
"Dari hasil penangkapan judi sabung ayam tersebut terhadap para pelaku belum memenuhi perbuatan material unsur perbuatan tindak pidana perjudian sebagaimana dimaksud dalam pasal 303 KUHP," terangnya di Mapolsek, Selasa (19/4/2016).
Menurutnya penggerebekan arena judi sabung ayam tersebut berawal dari petugas yang mendapatkan telepon dari warga Sukoharjo, Ngaglik tentang adanya perjudian sabung ayam.
Pihaknya langsung menerjunkan anggota untuk menggerebek lokasi. Saat digrebek para pelaku kabur dan hanya delapan yang berhasil diamankan.
Barang bukti yang diamankan dari TKP antara lain, lima ekor ayam jantan, tiga ember air untuk membasuh ayam aduan, pembatas arena aduan dan delapan motor berbagai jenis.
Panit Reskrim Polsek Ngaglik Ipda Yulianto menambahkan, delapan pelaku tidak ditetapkan tersangka bukan karena ada intervensi, melainkan secara hukum memang belum memenuhi unsur Pasal 303 KUHP.
Karena untuk pembuktian permainan adu ayam hanya ditemukan dua petaruh dalam hal ini pemilik ayam. Sedangkan perangkat lain seperti pemegang uang taruhan, penanda waktu permainan dan pembasuh ayam tidak tertangkap diduga telah kabur lebih dahulu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KLH menggandeng Muhammadiyah memperkuat gerakan tobat ekologis, mulai dari pengelolaan sampah, perubahan perilaku hingga pemulihan ekosistem.
Oase Malioboro hadir sebagai destinasi wisata baru di Jogja dengan pertunjukan seni, budaya Jawa, teknologi imersif, dan ruang hijau.
Simulasi UMP 2027 jika naik 9,5% menempatkan upah minimum Jogja sebesar Rp2,64 juta. Cek proyeksi 38 provinsi lainnya.
Cheers Water mendukung Erafone Run 2026 di Museum Gunungapi Merapi dengan menyediakan air mineral dan fasilitas water station untuk memenuhi kebutuhan hidrasi r
Redaksi kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News Harianjogja.com edisi Minggu (1/11/2026) yang merangkum isu paling hangat dan strategis
Sebanyak 4.500 pelari mengikuti Erafone Run 2026 Jogja Series di Museum Gunungapi Merapi dengan konsep Sunset Road Run yang memadukan olahraga, wisata, hiburan,