TRADISI SLEMAN : Begini Kemeriahan Kirab Hasil Karya IKM

Perajin bambu asal Dusun Gentan, Margoagung, Seyegan mengikuti karnaval dengan membawa hasil kerajinan saat melintas di Pangukan, Tridadi, Sleman, Sabtu (21/5/2016). (Sunartono/JIBI - Harian Jogja)
24 Mei 2016 08:35 WIB Sunartono Jogja Share :

Tradisi Sleman berupa kirap IKM setempat.

Harianjogja.com, SLEMAN - Puluhan industri kecil menengah (IKM) Kabupaten Sleman mengikuti kegiatan karnaval dalam rangka pembukaan pameran potensi daerah di Denggung, Tridadi, Sleman, Sabtu (21/5/2016) sore. Para peserta menampilkan berbagai hasil karya mereka mulai dari kerajinan hingga makanan olahan.

Karnaval tersebut diikuti 28 peserta, selain kelompok IKM, sejumlah perguruan tinggi dan sekolah juga dilibatkan untuk meramaikan acara. Karnaval dimulai dari simpang tiga Pangukan, Tridadi sekitar pukul 13.30 WIB. Para peserta kemudian berjalan dari start ke timur menuju Lapangan Denggung yang saat ini tengah digelar pameran potensi daerah.

Sejumlah perajin yang turut ambil bagian dalam karnaval itu seperti sentra bambu di Dusun Gentan, Margoagung, Seyegan. Belasan perajin selain membawa bambu utuh, mereka juga mengangkut berbagai kerajinan bambu di atas sepeda seperti, meja dan kursi. Kemudian untuk perajin tenun, mereka yang unjuk gigi, antara lain perajin tenun Gamplong, perajin tenun Pakelan, Sumberarum, Moyudan dan perajin tenun Sejati, Sumbersari, Moyudan. Tak ketinggalan perajin blangkon, yang merupakan warga Beji, Sidoarum, Godean juga mengirab hasil karya blangkon ukuran besar.

Sedangkan untuk olahan makanan, ayam goreng Kalasan dari Tirtomartani, Kalasan membawa gunungan ayam goreng kremes yang sudah dibungkus plastik. Gunungan itu menjadi rebutan warga saat finish di Lapangan Denggung. Selain itu, peserta dari Kaliurang ikut membawa gunungan Jadah Tempe yang juga dibagikan ke warga.

Dari kalangan pelajar, SMK 2 Godean, selain tampil dengan busana juga membawa makanan olahan. Rifai, Guru SMK 2 Godean menjelaskan, hampir setiap tahun sekolahnya diundang untuk mengikuti karnaval IKM di Sleman. Tahun 2016, pihaknya membawa 24 siswa yang berasal dari Jurusan Tata Boga dan Jurusan Tata Busana. Para siswa yang ditunjuka telah menyiapkan jauh hari sebelumnya. Untuk busana, mereka menampilkan berbagai desain pakaian yang indah dengan bahan mulai dari barang bekas hingga enceng gondok.

"Kalau yang Boga, membawa olahan hasil karya mereka sendiri, dengan menggunakan kostum seperti seorang ahli masak. Semua yang kami tampilkan murni karya siswa," ungkapnya saat ditemui Harian Jogja, di sela-sela acara Sabtu (21/5/2016).

Ketua Panitia PPD Pustopo menjelaskan, sebanyak 28 kontingen IKM dari seluruh kecamatan di Sleman ikut meramaikan pembukaan pameran melalui karnaval. Para peserta menampilkan seluruh potensi daerah masing-masing.

"Total melibatkan 780 orang dengan menampilkan potensinya," tegasnya.