PEMBANGUNAN KULONPROGO : Bantuan Semen Jadi Stimulus Semangat Gotong Royong

Wakil Bupati Kulonprogo, Sutedjo ikut membantu gotong royong warga membangun jalan corblok di Dusun Sorogaten IX, Desa Karangsewu, Kecamatan Galur, Kulonprogo, Selasa (24/5/2016). (Rima Sekarani I.N./JIBI - Harian Jogja)
25 Mei 2016 17:28 WIB Rima Sekarani Kulonprogo Share :

Pembangunan Kulonprogo melibatkan warga melalui gotong royong

Harianjogja.com, KULONPROGO- Bantuan material bahan bangunan berupa semen dinilai efektif sebagai stimulus membangkitkan semangat gotong royong membangun desa.

Masyarakat menjadi terdorong untuk berpartisipasi dalam kegiatan pembangunan, baik fasilitas umum maupun rumah tidak layak melalui program bedah rumah.

Hal itu diungkapkan Camat Galur, Latnyana dalam acara Bulan Bakti Gotong Royong (BBGRM) XIII dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) ke-44 di Balai Desa Nomporejo, Galur, Kulonprogo, Selasa (24/5/2016).

Bantuan semen mayoritas digunakan masyarakat untuk program padat karya membangun beberapa jalan dusun serta bedah rumah.

“Setelah diberi bantuan semen, warga semangat gotong royong meski harus mengeluarkan swadaya juga berupa pikiran, tenaga, maupun biaya,” kata Latnyana.

Latnyana mengungkapkan, BBGRM dan HKG tahun ini mendapat dukungan dari dana swadaya masyarakat yang mencapai sekitar Rp1,495 miliar. Dana tersebut kemudian dibagikan ke 10 titik yang tersebar di tujuh desa untuk kegiatan pembangunan berbagai fasilitas umum maupun rumah tidak layak huni.

Latnyana lalu berharap kegiatan rutin tahunan itu tidak hanya melestarikan dan meningkatkan semangat gotong royong yang diwariskan nenek moyang.

Masyarakat juga diharapkan menjadi lebih peduli dan mau berperan aktif dalam pembangunan daerah, setidaknya di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

“Kami juga berupaya meningkatkan pemberdayaan masyarakat dalam membangun lingkungannya secara mandiri,” ujar dia.

Sementara itu, Wakil Bupati Kulonprogo, Sutedjo mengapresiasi tingginya kepedulian sosial di Galur. Dia berharap, semangat gotong royong bisa terus dilestarikan meski kemajuan teknologi dan informasi telah membuat masyarakat mendapat berbagai kemudahan, termasuk untuk membangun wilayah masing-masing.

Menurut dia, gotong royong tidak cuma bisa menghemat pengeluaran dana tetapi juga mempererat kerukunan antarwarga.

Dalam acara tersebut, Sutedjo juga menyerahkan bantuan alat pemanen padi kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Manunggal Pandowan.

Sutedjo kemudian melakukan peninjauan lapangan ke berbagai lokasi pembangunan yang menjadi bagian BBGRM dan HKG PKK di Galur.