Top Ten News Harian Jogja 6 Juni: Libur Sekolah hingga Timas Indonesia
Rangkuman Top Ten News Harian Jogja 6 Juni 2026: isu DPR, kebakaran, wisata, KAI, KPK, hingga Timnas Indonesia.
Kelompok Kesenian Topeng Ireng Merapi saat tampil dalam Festival Budaya dan Kuliner di Taman Kuliner Sleman, Jumat (27/5/2016). (Abdul Hamied Razak/JIBI/Harian Jogja)
Kuliner Sleman beragam disuguhkan dalam sebuah festival.
Harianjogja.com, SLEMAN -- Beragam jenis kuliner tradisional di Sleman disuguhkan dalam Festival Budaya dan Kuliner (Fesbukul) Sleman 2016 di Taman Kuliner Condongcatur, Jumat (27/5/2016). Festival tersebut digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) selain memperingati satu abad Kabupaten Sleman, juga untuk kampanye budaya dan panganan tradisional ke masyarakat.
Kepala Disbudpar Sleman, AA Ayu Laksmi Dewi mengatakan, kegiatan tersebut digelar untuk mengenalkan kembali potensi kuliner di Sleman. Event tersebut juga menjadi sarana ekspresi bagi para penggiat usaha kuliner baik yang sudah dikenal maupun belum dikenal masyarakat.
"Kami berharap Fesbukul ini dapat menumbuhkan kembali rasa cinta masyarakat terhadap kuliner lokal," ujarnya di sela-sela kegiatan.
Selain diisi berbagai atraksi budaya dari kelompok kesenian di Sleman, sekitar 40 stan kuliner ikut dihadirkan dalam Fesbuku tersebut. Sebagian besar di antaranya dikenal masyarakat mulai tongseng kambing Pak Kribo asal Pakem, entok slenget Kang Tanis asal Turi, aneka jejamuran dari Merapi, jadah aneka rasa khas Kaliurang, olahan belut asal Godean, bakmi Jombor, ayam goreng kalasan, lemet katul dan lainnya.
Festival dibuka oleh Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun. Festival tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk menemukan ragam kuliner di satu lokasi.
"Ini juga bagian dari kampanye pemerintah untuk memasyarakatkan kembali kuliner-kuliner tradisional di tengah perkembangan zaman dengan aneka ragam menu modern," katanya.
Menurutnya, masyarakat saat ini mulai banyak melupakan panganan tradisional dan beralih ke makanan modern yang dinilai bergizi. Padahal, kata Muslimatun, makan-makanan bergizi tidak harus yang mahal-mahal. Semisal steak daging. Menurutnya, steak daging bisa diganti dengan steak tempe atau steak tahu yang nilai gizinya cukup tinggi.
"Kuliner tradisional itu beragam dan kandungan gizinya banyak. Dari sisi harga lebih terjangkau dengan citarasa tinggi. Jadi masyarakat masih perlu banyak diedukasi untuk mencintai kuliner-kuliner tradisional," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rangkuman Top Ten News Harian Jogja 6 Juni 2026: isu DPR, kebakaran, wisata, KAI, KPK, hingga Timnas Indonesia.
Ribuan peserta meramaikan Funwalk BPR-BPRS Nasional 2026 di Sleman dengan hiburan dan doorprize menarik.
Pemkab Pekalongan mendeklarasikan Kecamatan Tangguh Bencana untuk memperkuat mitigasi, kesiapsiagaan, dan penanganan bencana di daerah rawan bencana.
UGM dan PAMA menanam pohon lokal di Wanagama Nusantara untuk mendukung konsep forest city dan pelestarian lingkungan di IKN.
Timnas Indonesia U-19 unggul 1-0 atas Vietnam U-19 pada babak pertama Piala AFF U-19 2026 berkat gol Reno Salampessy.
Rupiah diprediksi berisiko melemah hingga Rp19.000 per dolar AS pada akhir Juni 2026 akibat konflik Timur Tengah dan kebijakan The Fed.