YouTuber Andra ST Kecelakaan, Mobil Terbelah Dua di Sukoharjo
YouTuber Andra ST mengalami kecelakaan di Sukoharjo, mobilnya terbelah dua. Polisi sebut penyebab ban selip.
Gelombang tinggi di Pantai Drini saat Rabu (8/6/2016) malam. (JIBI/Harian Jogja/dok. SAR Satlinmas Istimewa Wilayah II Gunungkidul)
Gelombang tinggi Pantai Selatan masih perlu diwaspadai
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul mengerahkan seluruh anggota dan Tim Reaksi Cepat (TRC) paska-gempuran ombak gelombang tinggi di sepanjang pesisir laut selatan. Seluruhnya diterjunkan untuk membantu warga, seperti membersihkan puing gazebo yang porak poranda sejak gelombang tinggi pada Rabu (8/6/2016).
Kepala BPBD Gunungkidul, Budhi Harjo saat ditemui di posko SAR pantai Baron mengatakan sebanyak 16 orang anggota disiagakan untuk mengantisipasi datangnya gelombang tinggi yang menyusul pada Kamis (9/6/2016) siang.
"Gelombang tinggi puncaknya kamis (9/6/2016) siang, kami siaga dan tersebar di titik pantai untuk berjaga," kata dia, kamis (9/6/2016).
Pihaknya pun meminta masyarakat agar terus siaga tehadap tingginya gelombang. Namun, menurutnya warga pun sudah memahami apa yang harus mereka lakukan menghadapi gelombang pasang seperti saat ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
YouTuber Andra ST mengalami kecelakaan di Sukoharjo, mobilnya terbelah dua. Polisi sebut penyebab ban selip.
Harga laptop, HP, dan konsol gim naik karena pasokan chip memori terserap industri AI. Sejumlah perangkat juga turun spesifikasi.
Anggota Komisi III DPR meminta hukuman mati bagi Febrie Adriansyah usai ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi dan TPPU.
Iran belum akan berunding dengan AS hingga Washington mengubah sikap. Selat Hormuz dan program nuklir menjadi isu utama.
Cari hardisk eksternal murah? Simak rekomendasi Toshiba, Seagate, dan WD lengkap dengan spesifikasi, harga, serta tips memilih.
Defisit APBN Semester I 2026 menyusut menjadi Rp196,5 triliun, namun belanja subsidi dan kompensasi melonjak hingga Rp233 triliun.