Klaim BPJS Ketenagakerjaan Tembus Rp242 Miliar
Seorang pedagang di Pasar Wates sedang memilah cabai busuk, sudah beberapa hari ini pedagang tak menambah stok cabai karena tingginya harga cabai merah, Kamis (18/12/2014). (JIBI/Harian Jogja/Holy Kartina N.S.)
Harga kebutuhan pokok di Kulonprogo turun sepekan menjelang lebaran
Harianjogja.com, KULONPROGO-Harga sejumlah komoditas bahan pangan terpantau turun di Pasar Wates pada sepekan menjelang lebaran, Rabu (29/6/2016). Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY juga menyatakan ketersediaan kebutuhan pokok dijamin aman hingga pasca perayaan Idul Fitri nanti.
Salah satu komoditas yang harganya turun cukup signifikan adalah daging sapi. Daging sapi yang pekan lalu dijual seharga Rp118.000 per kilogram (kg) diketahui turun menjadi Rp115.000.
Begitu pula telur ayam yang harganya turun dari Rp21.500 menjadi Rp19.000 per kg. Harga cabai rawit merah yang pekan lalu mencapai Rp17.000 pun terpantau menjadi Rp14.000 per kg.
Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo mengatakan, harga kebutuhan pokok di Kulonprogo relatif sama dengan harga pasaran pada umumnya. Dia menyontohkan, bawang merah yang dinilai mempengaruhi inflasi pun terpantau cenderung stabil seharga Rp35.000 per kilogram sejak pekan lalu.
“Tadi kami sudah memantau harga dan stok beras, daging, telur, ikan, dan lainnya,” ujar Hasto usai pantauan bersama TPID DIY di Pasar Wates, Rabu pagi.
Hasto lalu mengungkapkan, kenaikan harga memang wajar terjadi pada menjelang lebaran. Hal itu karena permintaan konsumen mengalami peningkatan, sedangkan stoknya cenderung sama atau justru berkurang. Menurut dia, kondisi tersebut sering terjadi pada komoditas daging sapi maupun ayam yang tingkat konsumsinya cenderung meningkat sejak awal Ramadan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Menkeu Purbaya memastikan pembiayaan MBG dan pengadaan alutsista tetap aman dengan defisit APBN dijaga di bawah 3 persen.
Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta kembali menggelar EduCareer Connect 2026 bertajuk “From Campus to Career: Connecting Education, Opportunities
Gempa Sukabumi Magnitudo 4,5 mengguncang Jawa Barat akibat aktivitas sesar aktif bawah laut, BMKG pastikan belum ada gempa susulan.
DPAD DIY mengakuisisi untuk mengelola arsip termasuk arsip pribadi, seniman, budayawan dan arsip-arsip yang menyimpan memori kolektif.
Identitas 11 bayi yang ditemukan di Pakem Sleman masih ditelusuri Pemkab Sleman untuk penerbitan dokumen resmi dan asal-usul bayi.