PERTANIAN BANTUL : Bawang Merah Diterjang Hujan, Petani Rugi Ratusan Juta Rupiah

Arief Junianto
Arief Junianto Minggu, 25 September 2016 19:20 WIB
 PERTANIAN BANTUL : Bawang Merah Diterjang Hujan, Petani Rugi Ratusan Juta Rupiah

Umbi yang mengecil serta rusaknya batang daun bawang merah di salah satu lahan yang ada di kawasan Dusun Nawungan I, Desa Selopamioro menyebabkan petani merugi ratusan jta rupiah. Foto diambil, Sabtu (24/9/2016) siang. (Arief Junianto/JIBI/Harian Jogja)

Pertanian Bantul merugi karena hujan terus turun.

Harianjogja.com, BANTUL -- Lebih dari 50 hektar tanaman bawang merah yang ada di kawasan Dusun Nawungan I dan II, Desa Selopamioro mengalami kerusakan parah. Akibatnya, tanaman yang sudah memasuki usia 50 hari itu dipastikan akan gagal panen.

Padahal, lahan itu sebelumnya sempat diproyeksikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul sebagai proyek percontohan lahan bawang merah organik di kawasan perbukitan. Namun lantaran curah hujan yang tak teratur, petani pun terancam merugi hingga ratusan juta rupiah.

Seperti diakui oleh Warno, salah satu petani dari Dusun Nawungan I. Saat ditemui di lahannya, Sabtu (24/9/2016) siang, ia membenarkan, musim tanam tahun ini memang petani di wilayahnya dipastikan merugi.

Curah hujan yang tinggi membuat tanah menjadi terlalu gembur dan mengandung banyak air. Inilah yang kemudian membuat umbi bawang merah pun menjadi cepat membusuk. Dengan begitu, maka tak ada yang bisa dilakukannya selain pasrah lantaran harus memanen tanamannya sebelum waktu panen tiba.

“Sudah jelas, hasil produksinya juga bakal menurun,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online