KEMISKINAN SLEMAN : Ribuan Rumah Dinyatakan Tidak Layak Huni

01 Oktober 2016 16:20 WIB Sleman Share :

Kemiskinan Sleman menyebabkan masih adanya riuan rumah yang tidak layak huni

Harianjogja.com, SLEMAN– Jumlah rumah tidak layak huni (RTLH) di wilayah Sleman masih cukup tinggi. Umumnya keberadaan RTHL berada di wilayah pinggiran. Selain kontruksi bangunan, RTLH tersebut tidak dilengkapi dengan fasilitas sanitasi yang baik.

Kepala Seksi Perumahan Swadaya Bagian Perumahan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan (DPUP) Sleman, Ahmad Subhan menjelaskan, berdasarkan data 2010 terdapat sekitar 9.000 unit rumah tak layak huni (RTLH) di wilayah Sleman.

Dalam kurun waktu 2010-2016, DPUP baru memperbaiki 3.500 unit RTLH saja. Sisanya, sekitar 5.500 unit RTLH masih menunggu perbaikan. "Jumlah tersebut masih bisa bertambah. Tetapi perbaikan RTLH terbentur anggaran,” tutur Subhan saat ditemui di kantor dinas, Jumat (30/9/2016).

Saat ini, lanjutnya, sumber dana perbaikan RTLH berasal dari pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Masing-masing Rp7,5 juta per unit untuk perbaikan RTLH rusak ringan, Rp10 juta (rusak sedang), dan Rp15 juta (rusak berat).

Adapun anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Sleman mengalokasikan perbaikan RTLH Rp15 juta per unit.

"Ada juga bantuan dari dana Badan Amil Zakat Daerah [Bazda] Sleman. APBD 2016 hanya mampu memperbaiki 419 unit RTLH, DAK 600 unit dan Bazda 100 unit. Perbaikan rumah sekaligus sanitasi yang baik,” katanya.

Pada APBD 2017, lanjutnya, ditargetkan perbaikan untuk 1.000 unit RTLH. Pasalnya tahun ini, DPUP menerima pengajuan sebanyak 16.000 unit RTLH yang perlu diperbaiki. Angka tersebut, katanya, masih angka kasar dan perlu diverifikasi.

"Data itu berdasarkan laporan di tingkat RT dan RW. Kami belum melakukan verifikasi lapangan untuk mengetahui kondisi ketidaklayakan rumah-rumah tersebut," katanya.

Sementara Bupati Sleman Sri Purnomo menyebutkan, selama lima tahun terakhir RTLH yang diperbaiki melalui dana APBD sejumlah 1.407 unit, sedangkan dari dana alokasi APBN sejumlah 1.240 unit dan dana APBD Provinsi sejumlah 648 unit.

“Selama 2016 sasaran perbaikan untuk 455 RTLH melalui dana APBN dan 419 RTLH dengan dana APBD. Capaian ketersediaan rumah layak huni meningkat 0,26 persen," katanya.