PERTUMBUHAN EKONOMI : Ini Aspek yang Mendongkrak Perekonomian DIY

04 Oktober 2016 06:20 WIB Kusnul Isti Qomah Jogja Share :

Pertumbuhan ekonomi DIY mengalami kenaikan.

Harianjogja.com, JOGJA -- Perekonomian DIY Triwulan IV 2016 diperkirakan tumbuh dibandingkan triwulan sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi pada triwukan IV 2016 diperkirakan tumbuh sebesar 5,4% hingga 5,8% year or year (yoy).

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) DIY Arief Budi Santoso mengatakan, pertumbuhan ekonomi DIY pada triwulan II didorong oleh peningkatan konsumsi dan investasi pemerintah, serta membaiknya kinerja perdagangan luar negeri. Peningkatan konsumsi pemerintah didorong pembayaran gaji ke-13 dan tunjangan hari raya untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS), serta mulai terealisasinya proyek-proyek infrastruktur pemerintah.

Membaiknya perekonomian negara mitra dagang juga memberikan pengaruh positif terhadap meningkatnya permintaan ekspor luar negeri tekstil, mebel dan kulit, terutama dari Uni Eropa, Jepang, dan Korea Selatan. Secara sektoral, sektor utama pendorong pertumbuhan ekonomi DIY triwulan II 2016 adalah sektor perdagangan yang diikuti jasa pendidikan, informasi dan komunikasi, serta administrasi pemerintah.

Kebutuhan Ramadan dan liburan sekolah telah meningkatkan permintaan barang-barang konsumsi masyarakat. Seiring dengan dimulainya pendaftaran mahasiswa baru di perguruan tinggi, berdampak pada peningkatan aktivitas di sektor jasa pendidikan.

"Penggunaan teknologi informasi dalam pendidikan dan pariwisata juga berdampak pada meningkatnya sumbangan sektor informasi dan keuangan pada pertumbuhan ekonomi DIY," kata dia.

Realisasi belanja pemerintah yang meningkat pada triwulan II 2016 turut mendorong pertumbuhan ekonomi DIY. Belanja Pemda DIY sampai triwulan II 2016 tercatat 34,64% (yoy) dengan porsi belanja pemerintah terbesar pada pos belanja tidak langsung yang mencapai Rp2,695 miliar terutama untuk belanja pegawai. Sementara, porsi belanja langsung sebesar Rp2,172 miliar terutama untuk belanja barang dan jasa serta belanja pegawai.

Realisasi pendapatan Pemda DIY sampai triwulan II 2016 tercatat sebesar 49,31% (yoy) atau Rp6,450 miliar. Porsi realisasi pendapatan terbesar berasal dari dana perimbangan, terutama dana alokasi umum sebesar Rp2,924 miliar dan pendapatan asli daerah yang berasal dari pajak daerah debesar Rp1,119 miliar.

Arief menyebutkan, kekuatan ekonomi di DIY adalah pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) sehingga harus dikuatkan. Staf Khusus Kementerian Koperasi dan UMKM Hermawan Kertajaya mengatakan, UMKM harus didorong untuk menjadi entrepeneur sejati.

"UMKM harus bisa menjadi UMKM yang produktif dan kreatif," kata dia.