KEKERASAN SLEMAN : Dipisah Saat Pukul Istri, Fariderma Todongkan Airgun Ke Warga

Petugas saat memperlihatkan senjata airgun berpeluru yang digunakan pelaku di Mapolsek Sleman, Senin (10/10/2016). (Yudho Priambodo/JIBI - Harian Jogja)
10 Oktober 2016 15:55 WIB Sleman Share :

Kekerasan Sleman terjadi berupa keributan rumah tangga yang berdampak pada warga sekitar

Harianjogja.com, SLEMAN- Petugas Polsek Sleman berhasil mengamankan Fariderma, 25, warga Tridadi, Sleman usai dirinya mengancam warga Sawahan, Pandowoharjo dengan Pistol Airgun.

Warga yang hendak melerai aksi kekerasan yang dilakukan pelaku kepada sang istri sontak lari ketika tau pelaku menodongkan sebuah senjata.

Kapolsek Sleman Kompol Teguh Sumartoyo mengatakan, saat kejadian pelaku sedang mabuk. Awal mula kejadian tersebut ketika pelaku menonton sebuah konser dangdut hingga larut malam, kemudian istri sirinya yang merasa khawatir lalu menjemput ke lokasi dengan menggunakan sebuah mobil.

Saat di dalam mobil, pelaku dan istrinya justru terlibat percekcokan. "Sekitar pukul 00.30 WIB di daerah Sawahan, Pendowoharjo. Pelaku saat cekcok pelaku turun dan sempat memukul dan menganiaya istrinya. Sementara kejadian penganiayaan tersebut dilihat oleh beberapa warga yang di dekat lokasi kejadian," katanya, Senin (10/10/2016).

Dikatakannya warga yang melihat sempat menghampiri dan berusaha melerai percekcokan, namun saat warga mendekat pelaku justru mengamuk dan menodongkan sebuah senjata Airgun berpeluru kearah warga. Melihat pelaku membawa senjata kemudian warga ada yang melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sleman.

"Ada laporan dari warga tersebut kemudian kami melakukan pengejaran terhadap pelaku, kami duga laporan tersebut dari anak klitih. Kemudian setelah dikejar kami amankan pelaku beserta sebuah senjata pistol airgun," ujarnya.

Usai dimintai keterangan di Mapolsek Sleman, pelaku diketahui sebelumnya sudah pernah diamankan oleh Satresnarkoba polres Sleman karena penyalahgunaan sabu-sabu dan di penjara selama empat bulan.