LONGSOR GUNUNGKIDUL : Seorang Warga Patah Tulang Tertimpa Meterial

Sejumlah warga bekerja bakti membersihkan puing-puing longsoran yang terjadi di Dusun Candi, Tegalrejo, Gedangsari, Minggu (9/10/2016). (David Kurniawan/JIBI - Harian Jogja)
10 Oktober 2016 13:55 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Longsor Gunungkidul menyebabkan seorang warga terluka

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Masyarakat yang tinggal di daerah rawan harus meningkatkan kewaspadaan terhadap bahya longsor. Pasalnya, hujan deras yang mengguyur pada Sabtu (8/10/2016) terjadi longsor di beberapa titik.

Bahkan dari peristiwa itu, salah seorang warga terpaksa di rawat di rumah sakit karena mengalami patah tangan karena terkena material longsoran.

Data yang dihimpun Harian Jogja, Minggu (9/10/2016), musibah longsor terjadi di beberapa wilayah, seperti di Desa Ngoro-oro, Beji, Pengkok di Kecamatan Patuk; Desa Tegalrejo, Kecamatan Gedangsari dan Desa Pundungsari, Kecamatan Semin.

Selain longsor, hujan deras yang mengguyur di akhir pekan lalu juga mengakibatkan rumah roboh milik Satiren, 60, warga Dusun Ngrombo, Desa Balong, Kecamatan Girisubo.

Dari sejumlah peristiwa itu, tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Namun diperkirakan kerugian mencapai puluhan juta rupiah. Selain itu, Surati,60, tahun warga Dusun Candi, Tegalerjo, Gedangsari harus dirawat di Rumah Sakit Islam, Klaten karena mengalami patah tangan akibat tertimpa material longsor.

Kepala Desa Tegalrejo Sugiman membenarkan adanya peristiwa longsor di daerahnya. Musibah itu terjadi karena hujan deras yang mengguyur pada Sabtu kemarin, akibatnya tebing setinggi empat meter dan panjang 20 meter longsor dan menimpa dua rumah warga yang ada di sekitar lokasi.

“Dua rumah rusak itu milik Agus S dan Rajiman. Keduanya menjadi korban karena rumahnya saling berdekatan dan berada tidak jauh dari bukit yang longsor,” kata Sugiman kepada wartawan, Minggu.

Menurut dia, material longsoran membuat dua rumah warga mengalami kerusakan. Tak hanya itu, kerusakan juga mengakibatkan salah seorang warga terpaksa harus dirawat di rumah sakit karena karena mengalami patah tulang.

“Meski ada yang dirawat di RS, namun kejadian itu tidak sampai menimbulkan korban jiwa,” ujarnya.

Ditambahkanya, Minggu pagi kemarin warga dibantu dari aparat kepolisian, TNI dan BPBD melakukan kerja bakti. Tujuannya untuk membantu para korban membersihkan rumah mereka dari material longsoran. “Kegiatan ini merupakan spontanitas warga dan sebagai bentuk rasa solidaritas dan kekeluargaan,” ujarnya.